selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Puasa Digital di Stikosa AWS Surabaya, Senator Lia Istifhama Beri Pesan Ini pada Mahasiswa dan Pelajar

Puasa Digital di Stikosa AWS Surabaya, Senator Lia Istifhama Beri Pesan Ini pada Mahasiswa dan Pelajar

Senator Lia berswafoto dengan mahasiswa dan dosen Stikosa AWS.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di tengah derasnya arus informasi dan riuhnya lini masa media sosial, ruang-ruang refleksi digital mulai terasa semakin dibutuhkan. Kampus pun tak lagi sekadar menjadi tempat bertukar gagasan akademik, tetapi juga wadah membangun kesadaran bermedia sosial  yang sehat dan bertanggung jawab.

Semangat itulah yang mengemuka dalam Forum Komunikasi Terbuka MUNIO melalui Program Puasa Digital yang digelar di Stikosa AWS Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Senator asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, yang mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dan beretika dalam menggunakan media sosial.

BACA JUGA:Kajati Jatim Ajak Lia Istifhama Kolaborasi Penyuluhan Hukum untuk Generasi Z


Mini Kidi Wipes.--

Acara ini turut dihadiri Ketua STIKOSA AWS Jokhanan Kristiono, Humas STIKOSA AWS Hari Widodo, serta Dosen Ilmu Komunikasi Suprihatin bersama para mahasiswa, siswa SMK Prapanca 1 dan 2, bapak ibu dosen dan para guru yang antusias mengikuti diskusi.

Dalam forum tersebut, Senator Lia yang akrab disapa Ning Lia menekankan pentingnya penguatan pondasi keluarga dan karakter pribadi di tengah derasnya arus digitalisasi. 

Menurutnya, kesibukan pekerjaan dan tekanan ekonomi kerap membuat komunikasi keluarga menjadi kurang maksimal, sehingga berdampak pada cara generasi muda menyikapi media sosial.

“Menjadi pribadi hebat dan diakui bukan soal seberapa aktif di media sosial, tetapi seberapa kuat karakter dan pondasi diri yang dibangun dari keluarga,” ujar Ning Lia yang juga Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut.

BACA JUGA:Senator Lia Istifhama Apresiasi Tujuh Pejabat Baru Dilantik, Khofifah Tegaskan Reformasi SDM Berbasis Talenta


Gempur Rokok Illegal--

Ning Lia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam ilusi dunia maya. Ia mencontohkan fenomena konten viral, isu-isu negatif seperti tambang ilegal, hingga serangan siber (hacker) yang menunjukkan bahwa dunia digital memiliki risiko besar.

“Media sosial itu bukan dunia nyata. Jangan sampai hidup kita seperti di dalam akuarium. Sosmed hanyalah sarana komunikasi, bukan tempat kita menggantungkan identitas diri,” tegas NIng Lia yang juga putri KH Maskur Hasyim itu. 

Ning Lia mengaku pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan di dunia digital, media sosial Ning Lia pernah di hacker. Dari pengalaman itu, Ning Lia  kini lebih selektif dalam membagikan kehidupan pribadi di media sosial.

Sumber: