new idulfitri

Waspadai Kelelahan Mental Akibat Penggunaan Media Sosial Berlebihan yang Kian Marak Terjadi

Waspadai Kelelahan Mental Akibat Penggunaan Media Sosial Berlebihan yang Kian Marak Terjadi

Ilustrasi seseorang yang mengalami kelelahan mental akibat terlalu sering memantau aktivitas di berbagai platform media sosial.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Media sosial telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan yang terlalu intens tanpa disadari dapat memicu kelelahan mental, Rabu 8 April 2026.

Kondisi ini sering kali tidak tampak secara fisik tetapi efeknya dapat memengaruhi suasana hati hingga daya konsentrasi seseorang.

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain hingga ambisi untuk selalu tampil baik di media sosial dapat membuat pikiran terasa sesak dan kehabisan energi.

Tanda kelelahan mental tersebut meliputi munculnya rasa cemas setelah membuka aplikasi, sulit fokus, hingga gangguan pola tidur.

Selain itu, seseorang yang mengalami kondisi ini cenderung merasa harus selalu online dan mulai kehilangan minat pada aktivitas di dunia nyata.

BACA JUGA:Perjuangan Pencari Kerja: Nurjanah Berburu Peluang di SIL Festival 2026

Langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membatasi durasi penggunaan media sosial menjadi cukup satu hingga dua jam per hari.

BACA JUGA:Bakom RI Luncurkan Buku Saku 0%, Panduan Komprehensif Strategi Presiden Prabowo Entaskan Kemiskinan

Kurasi akun yang diikuti juga sangat penting dengan cara menghapus pertemanan atau mengikuti akun yang memberikan konten positif dan edukatif.


Mini Kidi Wipes.--

Masyarakat disarankan menghindari aktivitas menggulir layar saat baru bangun tidur dan sebelum beristirahat karena dua waktu ini sangat berpengaruh pada kondisi mental.

Memberikan jeda pada otak dengan melakukan aktivitas luar jaringan seperti berjalan kaki atau berbincang langsung tanpa gawai juga sangat efektif.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Jika kondisi sudah terasa sangat melelahkan, melakukan detoks media sosial dengan menonaktifkan akun untuk sementara waktu bisa menjadi pilihan bijak.

Apabila rasa cemas dan sedih terus berlanjut, sebaiknya segera mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan tepat.

Penggunaan media sosial secara sadar dan bijak akan membantu kesehatan emosional tetap terjaga di tengah gempuran informasi digital.

Sumber:

Berita Terkait