selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

PMI Jember Kirim Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Gugut

PMI Jember Kirim Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Gugut

Tim relawan PMI Jember mengirim dan mengisi tandon air bersih untuk warga terdampak banjir di Dusun Krajan, Desa Gugut.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember pada Senin 2 Maret 2026, menyebabkan Sungai Dinoyo meluap dan merendam puluhan rumah di Dusun Krajan, Desa Gugut. Banjir tersebut mengakibatkan krisis air bersih bagi warga setempat.


Mini Kidi Wipes.--

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember langsung melakukan respons cepat dengan menerjunkan tim relawan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

Kabid Penanggulangan Bencana PMI Jember Narto menyampaikan, hasil kaji cepat menunjukkan sedikitnya 45 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan kehilangan akses air bersih akibat sumur tercemar lumpur dan material banjir.

BACA JUGA:Ramadan Berbagi, Mahasiswa UNEJ Jember Sumbang 30 Kantong Darah untuk PMI

“Kondisinya krusial. Fokus utama kami memastikan warga tidak mengalami gangguan kesehatan akibat krisis air bersih. Sumur warga tercemar cukup parah sehingga tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Bersama BPBD Kabupaten Jember, PMI menyiapkan distribusi air bersih dengan menempatkan empat unit tandon di titik strategis. PMI Jember juga mengerahkan armada mobil tangki untuk mengisi tandon secara berkala.


Gempur Rokok Illegal--

Hingga Selasa sore 3 Maret 2026, pengisian air bersih terus dilakukan dan akan berlanjut sampai kebutuhan warga terpenuhi serta kondisi kembali normal.

Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah menegaskan pihaknya selalu siaga setiap kali terjadi potensi bencana, khususnya saat Sungai Dinoyo meluap.

BACA JUGA:Stok Darah Melimpah, PMI Jember Targetkan Sertifikasi CPOB dan Fraksionasi Plasma

“Koordinasi dengan BPBD menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan cepat diterima warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain distribusi air bersih, PMI Jember juga menurunkan tim untuk melakukan asesmen lanjutan terhadap sumur warga. Rencananya akan dilakukan proses normalisasi dan pengurasan sumur agar dapat kembali digunakan secara aman. (edy)

Sumber: