Ia menekankan bahwa TKA adalah program inovatif yang bersifat tidak wajib, tetapi harus sukses, tanpa mengganggu kurikulum nasional.
"Kita harus bisa berimprovisasi agar inovasi seperti TKA ini tetap memberi nilai tambah," tandasnya.
Sementara itu, kesiapan pelaksanaan TKA ini diamini SMAN 5 Surabaya. Kepala SMAN 5 Surabaya, Sukirin Wikanto, mengungkapkan bahwa persiapan telah dimatangkan sejak tiga bulan lalu, melibatkan dukungan penuh dari guru, siswa, dan orang tua.
BACA JUGA:Launching 1.580 Judul Buku, Dindik Jatim Pecahkan Rekor MURI
"Kami telah memberikan pembekalan dan latihan soal berkala kepada 360 siswa kami," kata Sukirin.
Untuk mengantisipasi kebutuhan perangkat dan jaringan, TKA di SMAN 5 Surabaya akan digelar dalam dua gelombang pada 3-6 November 2025 dengan dua sesi per hari.
BACA JUGA:Gateball Jatim Bidik Emas Pornas 2025, Kadindik: Bawa Nama Baik dan Junjung Sportivitas
“Semua perangkat, simulasi, dan user sudah siap. Dukungan moral dan sarana dari semua pihak juga luar biasa," tambahnya.
Sukirin menutup dengan pesan penting bahwa TKA bukan sekadar mengejar nilai, tetapi menjadi ajang pembelajaran.
BACA JUGA:Cicipi Dessert Buatan Siswa SMKN 6 Surabaya, Kadindik Jatim Dorong Inovasi dan Jiwa Wirausaha
“Ini kesempatan untuk mengukur kemampuan akademik dan kesiapan menuju pendidikan tinggi. Tidak ada usaha yang sia-sia. Semoga semua berjalan lancar," harapnya. (bin)