Modus BNI Jember, Bansos Jadi Umpan Dana KUR Rp41 Miliar Dikuras Habis
Aspidsus Kejati Jatim IG Punia Atmaja--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) membongkar modus licik korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Jember periode 2021-2023. Dengan total kerugian negara mencapai Rp41,4 miliar, para pelaku memanfaatkan kedok bantuan sosial (bansos) untuk mengelabui warga.

Mini Kidi Wipes.--
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim IG Punia Atmaja menguraikan bahwa kasus ini menyeret tiga orang tersangka, yakni MFH (Mantan Pemimpin Cabang BNI Jember), serta AM dan IIS selaku Collection Agent (CA) dari pihak swasta.
BACA JUGA:Korupsi KUR BNI Jember Rp41 M, Kejati Jatim Tahan Dua Tersangka dan Eks Pimpinan Cabang di Lapas
Dalam menjalankan aksinya, AM dan IIS memerintahkan anak buahnya untuk meminjam identitas warga (KTP, KK, hingga Akta Nikah) di Jember dengan iming-iming akan diberi bansos. Warga yang bersedia dipinjam identitasnya kemudian diberi imbalan uang tunai sebesar Rp200.000 hingga Rp250.000 per orang.
"Identitas tersebut nyatanya digunakan untuk pengajuan kredit mikro ke BNI Jember. Faktanya, para debitur ini bukan petani dan tidak memiliki usaha produktif yang layak," ujar Aspidsus Kejati Jatim IG Punia Atmaja saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (8/7/2026).

Gempur Rokok Illegal--
Ironisnya, proses verifikasi dokumen tidak berjalan semestinya karena tersangka MFH selaku pimpinan cabang memberikan tekanan kepada bawahannya (Account Officer penyelia) untuk langsung memproses pencairan.
BACA JUGA:Tegakkan Integritas, Kanwil BPN Jatim Terima Kunjungan Pimpinan BNI
Setelah dana KUR cair, buku tabungan beserta ATM dipegang penuh oleh pihak Collection Agent. PIN ATM bahkan dibuat seragam agar memudahkan para tersangka menarik seluruh uang tunai secara kolektif.
Penyidik mengonfirmasi bahwa dana hasil pencairan ilegal tersebut sengaja digunakan oleh internal bank untuk menutupi tunggakan KUR tahun 2020 demi menjaga performa atau raport kesehatan perbankan tetap terlihat baik.
Sumber:






