SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Syaifuddin Zuhri resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya sisa masa jabatan 2024-2029 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jalan Yos Sudarso, Rabu 6 Mei 2026.
Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan legislatif di Kota Surabaya.
Di bawah kepemimpinannya, DPRD Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi pengawas kebijakan, tetapi juga mitra strategis Pemerintah Kota dalam mengakselerasi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga.
BACA JUGA:Syaifuddin Zuhri Resmi Dilantik Jadi Ketua DPRD Surabaya: Siap Kawal Aspirasi Warga

Mini Kidi Wipes.--
Syaifuddin Zuhri mengatakan jabatan Ketua DPRD merupakan amanah besar untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh almarhum Adi Sutarwijono.
"Tanggung jawab ini besar. Saya berkomitmen untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh almarhum Pak Adi, terutama dalam kerja-kerja kerakyatan. Kami ingin memastikan kehadiran DPRD dirasakan langsung oleh masyarakat di gang-gang kecil Surabaya," ujar Syaifuddin Zuhri.
Ia menegaskan tantangan awal adalah menyatukan visi 50 anggota dewan dari berbagai latar belakang partai politik.
"Yang utama adalah bagaimana mengompakkan seluruh anggota. Kita boleh beda bendera, tapi tujuannya satu, Surabaya. Komunikasi internal akan kita perkuat agar fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan bisa berjalan maksimal dan efektif," imbuhnya.

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Selain itu, ia berencana memperluas ruang dialog dengan berbagai elemen seperti Forkopimda, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami butuh banyak masukan agar bisa membaca kebutuhan Surabaya secara komprehensif. Kuncinya adalah kolaborasi dan mendengarkan banyak pihak,” imbuhnya.
BACA JUGA:Komisi C DPRD Surabaya Tegaskan Investasi Harus Taat Aturan dalam RDP Proyek Wulandaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi atas dilantiknya Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Surabaya.
"Alhamdulillah hari ini sudah diparipurnakan. Saya berharap kinerja bersama antara Pemkot dan DPRD bisa melesat lebih cepat lagi. Sinergi ini kunci agar setiap program pembangunan, mulai dari penanganan stunting hingga perbaikan ekonomi, benar-benar bermanfaat untuk warga," ujar Eri Cahyadi.
Penataan alat kelengkapan dewan dipastikan tetap berjalan sesuai mekanisme dengan menempatkan figur sesuai rekomendasi fraksi. (alf)