Atasi Banjir Tahunan, Pemkab Sidoarjo Ajukan Anggaran Rp209,5 Miliar ke BNPB
Audiensi Pemkab Sidoarjo dengan BNPB.(jok)--
SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan penanganan banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah, terutama Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi.
Langkah tersebut ditempuh melalui audiensi Bupati Sidoarjo Subandi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin, 4 Mei 2026.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi memaparkan kondisi geografis Sidoarjo sebagai daerah delta, yakni wilayah dataran rendah yang berada di pertemuan aliran sungai dan laut sehingga cenderung mudah tergenang air, termasuk di wilayah Tanggulangin dan Candi.
BACA JUGA:Saluran Irigasi Tinggal 1,5 Meter, Bupati Sidoarjo Minta Dinormalisasi

Mini Kidi Wipes.--
Kondisi tersebut membuat penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Terlebih, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dukungan BNPB sebagai lembaga pemerintah pusat menjadi sangat penting.
Bupati menyebutkan, Pemkab Sidoarjo sebenarnya telah melakukan berbagai langkah penanganan banjir, seperti rutin melakukan normalisasi sungai untuk mengurangi sedimentasi serta mengoptimalkan kinerja rumah pompa di sejumlah titik rawan. Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar penanganan banjir bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.
“Di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, ini banjir tahunan. Maka solusinya harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah,” tegasnya.
BACA JUGA:Bupati Sidoarjo Dorong Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran akibat efisiensi membuat pemerintah daerah perlu menggandeng BNPB agar penanganan bisa lebih cepat dan optimal. “Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar persoalan banjir ini bisa segera tertangani,” urainya.
Subandi menjelaskan, dalam audiensi tersebut pihaknya menyampaikan langsung berbagai persoalan teknis yang terjadi di lapangan kepada BNPB.
“Pak Kalaksa tadi juga memaparkan persoalan-persoalan yang ada di lapangan serta diminta melakukan mapping secara menyeluruh oleh BNPB agar penanganannya lebih terarah,” ujarnya.
BACA JUGA:SPPG Kepuhkemiri Tulangan Disidak Wakil Bupati Sidoarjo
Sumber:









