Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Cemburu Buta Berujung Maut, Mertua Tewas Saat Lerai Pertengkaran di Sumbergirang

Cemburu Buta Berujung Maut, Mertua Tewas Saat Lerai Pertengkaran di Sumbergirang

Polisi saat melakukan olah TKP.--

MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peristiwa tragis menggemparkan warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu 6 Mei 2026 pagi. Seorang ibu mertua ditemukan meninggal dunia, sementara seorang perempuan yang diduga istri pelaku ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Korban meninggal diketahui bernama Siti Arofah (54). Sementara korban luka, Sri Wahyuni (35), kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

BACA JUGA:Motif Cemburu Diduga Picu Pembacokan di Sidotopo, Korban Minta Maaf Sebelum Tewas.


Mini Kidi Wipes.--

Kejadian tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 07.30 WIB, saat suasana mendadak ramai di depan rumah korban.

Salah satu tetangga, Nur Aidah, mengaku tidak mengetahui pasti awal kejadian. Ia baru menyadari adanya insiden setelah melihat kerumunan warga.

BACA JUGA:Terbakar Cemburu, Seorang Kepala Sekolah Dasar di Situbondo Dibacok Petani

“Tahunya tiba-tiba sudah ramai di depan rumah, pas saya sedang mandi,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan setempat, tragedi ini diduga dipicu oleh konflik rumah tangga yang telah berlangsung cukup lama. Warga menyebut adanya persoalan cemburu yang diduga berkaitan dengan isu perselingkuhan.

“Katanya memang sudah lama ada masalah, diduga karena cemburu,” tambahnya.

BACA JUGA:Cemburu Buta Berujung Tragedi, Suami di Pujon Tega Bacok Istri Pakai Parang

Diduga, saat pertengkaran terjadi di dalam rumah, ibu mertua korban berusaha melerai. Namun nahas, ia justru menjadi korban dan ditemukan meninggal dunia dengan luka serius.

“Kemungkinan ibunya melerai. Istrinya ditemukan di dalam kamar dalam kondisi terkunci, sedangkan ibunya ditemukan di depan kamar,” jelasnya.

Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian bersama relawan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Porong untuk keperluan autopsi, sementara korban luka dirujuk ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto untuk mendapatkan penanganan medis.

Sumber:

Berita Terkait