Sarat Filosofi dan Doa, Mengupas Makna Hidangan Imlek sebagai Simbol Harapan di Tahun Kuda Api
Ilustrasi perayaan Tahun Baru Imlek bersama dengan keluarga (Pexels/Angela Roma) --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan barongsai, lampion merah, dan angpao. Lebih dari itu, Imlek juga menghadirkan makna mendalam lewat hidangan yang tersaji di meja makan keluarga.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Olivia, S.E., M.A., dosen Bahasa Mandarin di Universitas Kristen Petra. Menurutnya, Imlek merupakan momen pergantian musim sekaligus titik awal untuk memperbarui hidup.
BACA JUGA:Polresta Sidoarjo Jamin Perayaan Imlek Aman dan Kondusif

Mini Kidi--
"Imlek adalah waktu untuk menutup lembaran lama dan memulai yang baru. Karena itu, keluarga biasanya berkumpul dan merayakannya bersama, termasuk lewat hidangan yang penuh makna," ujar Dr. Olivia, Selasa, 17 Februari 2026.
Salah satu makanan khas yang hampir selalu hadir saat Imlek adalah kue keranjang atau Nián Gāo. Kata "Gao" yang berarti "tinggi" melambangkan harapan agar kehidupan di tahun baru semakin meningkat, baik dari segi rezeki maupun kualitas hidup.
BACA JUGA:Kilau Semangat Kuda Api Warnai Malam Imlek 2026 di Mercure Surabaya Grand Mirama
Selain itu, ikan juga menjadi menu wajib. Dalam bahasa Mandarin, kata ikan (yú) terdengar mirip dengan kata "kelebihan" atau "sisa". Maknanya, keluarga berharap agar rezeki selalu cukup dan bahkan berlebih, sehingga bisa dibagikan kepada sesama.
"Lewat makanan, orang Tionghoa sebenarnya sedang menaruh doa dan harapan untuk setahun ke depan," ungkapnya.
Tak hanya soal makanan, suasana Imlek juga sering identik dengan hujan. Di Indonesia, Imlek memang jatuh pada musim penghujan. Namun bagi masyarakat Tionghoa, hujan justru dianggap sebagai simbol "banjir rezeki" dan keberkahan.
BACA JUGA:Polres Ngawi Amankan Objek Wisata saat Long Weekend dan Libur Imlek
Memasuki tahun 2026 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, Dr. Olivia menjelaskan bahwa simbol ini menggambarkan energi, semangat, dan kecepatan. Artinya, tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk bergerak lebih cepat, menyelesaikan rencana yang tertunda, dan terus maju.
Pada akhirnya, Imlek bukan sekadar pesta tahunan. Melalui tradisi makan bersama, keluarga diajak untuk mempererat hubungan, berbagi doa, serta membangun keharmonisan dengan sesama.
"Meja makan saat Imlek adalah simbol kebersamaan, harapan, dan semangat baru. Dari sanalah kita memulai tahun dengan hati yang lebih hangat dan penuh optimisme," pungkasnya.
Sumber:



