HPN 2026

DSDABM Surabaya Geber Normalisasi Sungai

DSDABM Surabaya Geber Normalisasi Sungai

Normalisasi sungai di Asemrowo menggunakan alat berat. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelancaran sistem drainase kota. 

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti box culvert dan rumah pompa, DSDABM juga menggencarkan normalisasi sistem saluran air secara berkala dari hulu hingga hilir. 

BACA JUGA:Warga Lidah Wetan Surabaya Mengaku Diintimidasi, Kadis DSDABM Membantah


Mini Kidi--

Salah satu fokus utama saat ini adalah pengerukan sedimen di Sungai Asemrowo. Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, didampingi Kepala Bidang Drainase, Adi Gunita, turun langsung meninjau progres normalisasi di lokasi tersebut. 

Hidayat Syah menjelaskan, normalisasi di kawasan ini telah berlangsung sejak 8 Januari 2026 dan menyasar panjang sungai sekitar 830 meter, dimulai dari sudut Jembatan Asemrowo mengarah ke utara.

BACA JUGA:Penggarap Lahan di Lidah Wetan Surabaya Mengaku Diintimidasi Petugas DSDABM

"Kita kerahkan dua alat berat ekskavator untuk mempercepat normalisasi ini. Satu ekskavator terapung (ponton) bekerja di tengah sungai, dan satu lagi beroperasi di daratan (bantaran)," ujar Hidayat di lokasi.

Secara teknis, pengerjaan dilakukan estafet dari pagi hingga sore hari. Ekskavator terapung bertugas mengeruk endapan lumpur dari dasar sungai yang ketebalannya mencapai 1 meter. 

Tumpukan lumpur tersebut kemudian dikumpulkan di titik tepi tertentu.

BACA JUGA:DSDABM Geber Normalisasi Bozem dan Sungai Demi Target Surabaya Bebas Genangan

"Keesokan paginya, ekskavator yang di darat akan memuat lumpur yang sudah dikumpulkan itu ke dump truck untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Siklus ini terus berulang setiap hari," jelas Hidayat.

Upaya ini membuahkan hasil nyata. Sungai yang awalnya dangkal kini kembali memiliki kapasitas tampung yang optimal. 

Hidayat menunjukkan salah satu saluran pembuangan warga bantaran yang sebelumnya buntu total akibat tertutup sedimen sungai, kini airnya bisa mengalir lancar menuju sungai.

Sumber:

Berita Terkait