Ketua Dewan Sebut Realisasi MBG di Jombang Baru Tahap Persiapan Titik Pelayanan

Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Hadi Atamji.--
JOMBANG, MEMORANDUM.CO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten JOMBANG menyebut jika realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa terealisasi di Kota Santri. Selain tingkat kesiapan antara pusat sampai daerah yang belum ada. Tahapnya saat ini masih di tingkat penunjukkan 178 titik pelayanan.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa realisasi. Tahapnya saat ini masih sebatas penunjukkan 178 titik pelayanan,” papar Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, Jum’at 31 Januari 2025.
BACA JUGA:Gelar Sidak, Komisi A DPRD Jombang Sebut Tidak Ada Persoalan di PT. PCI
Mini Kidi--
Dijelaskan olehnya, selain tingkat kesiapan antara pusat dan daerah. Beberapa kesulitan yang dihadapi yakni belum terkordinasinya persiapan program. “Belum terkordinasi dengan baik. Sampai sejauh ini baru hanya di tahapan sosialisasi,” jelas Politisi PKB itu.
Sementara, terkait persiapan serta penunjukkan 178 titik pelayanan. Ketua dewan memastikan jika nantinya masing-masing pos pelayanan tadi bakal mengampu sekitar 3.000 penerima program. “Untuk Kabupaten Jombang sendiri terdapat 178 titik pelayanan. Masing-masing titik nantinya bakal mengampu 3.000 penerima program,” bebernya.
Jika dikalkulasi dari jumlah titik pelayanan serta penerima program di tiap-tiap titik. Terdapat sekitar 534.000 masyarakat yang bakal terakomodir oleh MBG. “Ratusan ribu penerima tadi terdiri dari santri, peserta didik, serta ibu hamil,” terangnya.
BACA JUGA:Bapemperda DPRD Jombang Wacanakan Dorong Desa Sadar Hukum
Linier dengan kebijakan pusat dimana penanganan MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Nantinya petugas gizi yang menangani program MBG juga penunjukkan dari pusat. “Untuk petugas gizi berasal dari pemerintah pusat, dan jumlahnya hanya satu orang. Sementara pekerja di titik pelayanan, kesemuanya warga Kabupaten Jombang,” pungkas Hadi Atmaji. (wan/war)
Sumber: