selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Puasa Aman untuk Gastritis

Puasa Aman untuk Gastritis

-Ilustrasi (sumber foto: freepik)-

Gastritis, yaitu gangguan lambung yang biasa ditandai dengan rasa nyeri, bisa menghalangi niat berpuasa. Pertanyaan yang selalu timbul, bolehkah orang dengan Gastritis berpuasa? Jawabannya tentu tergantung pada berat ringannya penyakit. 

Gastritis dengan rasa nyeri berat disertai sakit kepala hebat, feses berwarna hitam dan ada luka di lambung sebaiknya tidak berpuasa dulu.  

BACA JUGA:Kurma Stabilkan Energi

Gastritis yang relatif stabil, yaitu dengan nyeri ringan yang tidak parah, tidak sering kambuh, mual dan muntah tidak parah dan tanpa riwayat pendarahan, dapat mencoba berpuasa dengan mematuhi persyaratan khusus. Bukan tidak mungkin nyeri lambung akan membaik melalui teraturnya makan dan minum saat berpuasa. 

Syarat berpuasa bagi penderita gastritis adalah memahami salah satu penyebab penyakitnya, yaitu perut kosong karena tidak patuh pada jadwal makan sehari-hari. 

BACA JUGA:Cara Tepat Pilih Suplemen

Dalam keadaan lambung kosong itulah asam lambung yang selalu ada akan merusak sel dinding lambung dan mengganggu sistem saraf. Inilah awal mula terjadinya rasa nyeri. 

Kerusakan yang tidak segera diobati akan menjadi luka yang makin parah dan  berpotensi menyebabkan pendarahan. 

Strategi Makan 

Agar berhasil, penderita gastritis perlu makan sahur dan berbuka puasa yang “ramah lambung” secara benar dalam jumlah tidak berlebih.  Artinya, makanan harus lembut, hangat, mudah dicerna, tidak pedas, berminyak. Tahapan saat berbuka, yaitu minuman air hangat dan makanan buah kurma mutlak dianut agar lambung tidak “kaget”.  

BACA JUGA:Batasi Minuman Dingin, Teh, dan Kopi

Sesudah itu, kalau suka boleh mencoba minuman cingcau yang diketahui berkarakter mendinginkan dan meredakan suasana lambung. Jangan terlalu manis dan terlalu dingin,  hindari penambahan susu kental manis. Contoh menu makan sesudah berbuka puasa adalah sayur bening bayam dan tahu. 

Teksturnya lembut, mudah dicerna, kaya mineral. Sebaiknya tidak  menambahkan bawang putih, lombok atau buah asam jawa yang terlalu masam.

Hidangan semur daging atau ayam adalah sumber protein yang cocok. Upayakan yang sedikit atau tidak berlemak, kurangi minyak dan kecap manis, jangan terlalu banyak rempah,  seperti cengkeh dan merica. 

Sumber: