selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Kebanyakan Makan Gorengan saat Puasa, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Kebanyakan Makan Gorengan saat Puasa, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Gorengan merupakan makanan favorit saat berbuka puasa. -(sumber: pinterest) -

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Makanan gorengan menjadi pilihan utama ketika waktu berbuka puasa tiba. Bakwan, tahu isi, risol, hingga mendoan hampir tidak pernah absen dari hidangan takjil

BACA JUGA:10 Resep Simpel Menu Takjil Buka Puasa Ramadan di Surabaya, Bisa untuk Ide Jualan

Namun, apa dampak dalam mengonsumsi makanan berminyak secara berlebihan? Dan mengapa rasanya begitu sulit untuk tidak mengkonsumsi makanan berminyak


Mini Kidi Wipes.--

Usai menahan lapar dan haus selama seharian kondisi lambung masih kosong dan cenderung sensitif. 

Makanan tinggi lemak seperti gorengan memang mampu memberikan rasa kenyang dengan cepat serta rasa gurih yang memuaskan. 

Sayangnya, kandungan minyak yang tinggi dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Tidak hanya itu mengkonsumsi makanan berminyak secara berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa penyakit antara lainya: 

BACA JUGA:9 Takjil Terpopuler di Ramadan yang Selalu Diburu Pembeli

1. Dapat Menyebabkan Kelebihan Berat Badan 

Kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng memiliki peran penting dalam menambah berat badan. Lemak ini diketahui dapat mempengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan menyimpan lemak. 

BACA JUGA:Peluang Bisnis Franchise F&B Saat Ramadan, Cara Cerdas Memulai Usaha Takjil Tanpa Ribet

2. Memicu Penyakit Jantung

Bahaya memakan gorengan secara berlebih adalah dapat menyebabkan penyakit jantung. Gorengan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung, dengan adanya lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, sehingga bisa menjadi akar dari berbagai gangguan pada jantung seperti penyakit jantung koroner hingga stroke. 

BACA JUGA:Stop Gorengan! 5 Ide Takjil Sehat Ini Bikin Tubuh Segar saat Berbuka

Sumber: