HPN 2026

TMMD Sasar 11 Titik Pembangunan Infrastruktur di Pasuruan

TMMD Sasar 11 Titik Pembangunan Infrastruktur di Pasuruan

Kasrem 083/Bdj bersama Sekda Kabupaten Pasuruan meninjau lokasi kegiatan TMMD di Desa Wonosari.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 tahun 2026 memulai pengerjaan fisik di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, dengan sasaran 11 titik pembangunan infrastruktur, Selasa 10 Februari 2026.


Mini Kidi--

Kepala Staf Korem 083/Bdj Letkol Inf Rahmad Cahyo Dinarso menjelaskan penentuan lokasi dan jenis pembangunan didasarkan pada skala prioritas kebutuhan fasilitas umum yang mendesak bagi masyarakat.

Menurutnya, sasaran TMMD kali ini mencakup peningkatan mobilitas warga hingga penyediaan akses sanitasi yang layak.

BACA JUGA:Polres Pasuruan Dukung KUR dan Serapan Jagung Petani Agar Terhindar dari Tengkulak

“Ada 11 titik pembangunan dengan jenis yang beragam. Mulai dari pavingisasi jalan, renovasi Rumah Tidak Layak Huni, pembuatan sumur bor, pembangunan MCK, jembatan, hingga rehabilitasi musala,” ujar Letkol Inf Rahmad Cahyo saat meninjau lokasi.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-127 juga mengagendakan kegiatan nonfisik sebagai sarana edukasi dan penguatan kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Letkol Inf Rahmad menambahkan warga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Jalur Alternatif Pasuruan–Probolinggo Lumpuh Akibat Longsor di Lumbang

“Kami berharap masyarakat bisa menjaga bangunan ini dengan baik supaya masa pakai dan manfaatnya berlangsung lama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengapresiasi peran TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah yang belum terjangkau optimal oleh anggaran daerah.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD di Desa Wonosari.

BACA JUGA:269 Calon Jemaah Haji Kota Pasuruan Siap Berangkat Tahun 2026

“Ini bentuk kolaborasi nyata antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini sangat membantu pemerataan pembangunan,” ungkap Yudha.

Letkol Inf Rahmad optimistis selesainya pembangunan di 11 titik tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan pergerakan ekonomi warga.

“Harapannya, akses layanan publik semakin mudah dan aktivitas harian masyarakat lebih lancar,” pungkasnya. (kd/mh)

Sumber: