Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sangkapura Bawean, Enam Rumah Warga Terdampak

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sangkapura Bawean, Enam Rumah Warga Terdampak

Kondisi permukiman warga terdampak tanah longsor di Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.-Achmad Willy Alva Reza-

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Cuaca ekstrem kembali memicu tanah longsor di Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, hingga berdampak pada enam rumah warga dengan kerusakan ringan, Senin, 12 Januari 2026.

BACA JUGA:Longsor Terjang Gunung Malang Bawean, BPBD Gresik Soroti Maraknya Penebangan Pohon

Tanah longsor tersebut terjadi di area permukiman warga. Enam unit rumah dilaporkan terdampak dan mengalami kerusakan ringan.


Mini Kidi--

Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan lebar titik longsor mencapai lima meter dan panjang 45 meter.

“Tanah longsor terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan titik longsor selebar lima meter dan panjang 45 meter. Berdasarkan laporan tim di Bawean, ada enam rumah yang rusak ringan,” kata Sukardi.

BACA JUGA:Area Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Longsor, Jalur Terputus

Menurutnya, peristiwa longsor dipicu tingginya curah hujan yang melanda wilayah Pulau Bawean dalam beberapa hari terakhir.


Kondisi permukiman warga terdampak tanah longsor di Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.-Achmad Willy Alva Reza-

“Karena beberapa hari terakhir terjadi hujan deras dalam jangka waktu yang cukup lama di Bawean,” ungkapnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi rumah yang terdampak juga dinilai masih aman untuk ditinggali karena tidak mengalami perubahan struktur bangunan.

BACA JUGA:Dilanda Hujan Lebat, Longsor Timpa Rumah Warga di Pulau Bawean

“Kerusakannya ringan seperti retak-retak kecil. Jadi tidak sampai mengubah struktur bangunan, sehingga masih aman untuk ditinggali,” ujarnya.


Kondisi permukiman warga terdampak tanah longsor di Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.-Achmad Willy Alva Reza-

Sumber: