Harga Sebuah Tawa
Fatkhul Aziz--
Mungkin kita perlu bertanya: mengapa anak muda kita begitu rindu pada rasa melayang, hingga bersedia menukar oksigen dengan gas pembuat kue?
Barangkali, gas tertawa adalah metafora dari zaman yang kian sesak. Kita mencari jalan pintas untuk bahagia, meski itu berarti mengundang maut ke dalam paru-paru. Tapi kematian Lula Lahfah dan peringatan keras dari BNN seharusnya menjadi titik balik. Bahwa hidup tak seharusnya habis dalam kepulan gas yang membuat kita tertawa tanpa sebab, lalu diam selamanya tanpa suara.
BACA JUGA:Super Flu
Hukum mungkin belum sepenuhnya mengejar, namun tubuh punya aturannya sendiri. Dan dalam tubuh, oksigen tak bisa digantikan oleh delusi.
Sumber:
