Harga Sebuah Tawa
Fatkhul Aziz--
Di sebuah ruang yang remang, mungkin dengan dentum musik yang tak habis-habisnya, ada seseorang yang menghirup uap dari sebuah tabung kecil. Namanya Nitrous Oxide—atau dalam bahasa yang lebih akrab dan sekaligus getir: gas tertawa.
Sejenak, dunia terasa ringan. Ada euforia yang memanjat-manjat dinding kesadaran. Otak melepaskan dopamin, sinyal rasa sakit dihambat, dan yang tersisa hanyalah rasa melayang. Itulah yang dicari: sebuah jeda dari kenyataan yang mungkin terlalu berat untuk dipikul sendirian. Namun, seperti yang baru-baru ini menyentakkan kita melalui kepergian selebgram Lula Lahfah, tawa itu ternyata punya harga yang sangat mahal.
BACA JUGA:Bilik Suara Vs Bilik Dewan

Mini Kidi--
Sejarah mencatat N2O sebagai sahabat dalam meja operasi dan kursi dokter gigi. Ia adalah zat yang memberikan amnesia singkat dan pengurang rasa nyeri. Namun, di tangan tren yang gelisah, ia berubah menjadi Whip Pink—sebuah kemasan yang tampak manis namun menyimpan bahaya yang dingin.
Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengingatkan kita pada sebuah ironi hukum: hingga awal 2026 ini, gas tawa belum masuk dalam daftar gelap UU Narkotika. Ia berdiri di wilayah abu-abu, sebuah New Psychoactive Substance (NPS) yang legal secara administratif namun mematikan secara biologis.
BACA JUGA:Kembali ke Bumi
Ketidakadaan payung hukum inilah yang membuatnya mudah diakses. Melalui layar ponsel, siapa pun bisa memesannya. Dan di sana, bahaya itu bersembunyi di balik kata "aman".
Mengapa tawa bisa berubah menjadi henti jantung? Secara sains, prosesnya adalah sebuah pencurian oksigen secara diam-diam:
Hipoksia: Saat dihirup secara berlebihan, gas ini menggantikan posisi oksigen di paru-paru. Tubuh yang lapar udara perlahan kehilangan kendali.
Kerusakan Saraf: Penggunaan jangka panjang mengakibatkan defisiensi Vitamin B12. Saraf-saraf yang seharusnya menghantarkan hidup justru mengalami kelumpuhan permanen.
Kematian Mendadak: Kombinasi dengan alkohol mempercepat laju kehancuran itu.
BACA JUGA:Pesta Pasti Berakhir
Efek N2O hanya bertahan beberapa menit. Dan di situlah letak jebakannya. Karena singkat, orang cenderung menghirupnya lagi, lagi, dan lagi. Sebuah pengulangan yang membawa manusia pada ambang overdosis tanpa sempat menyadarinya.
Sumber:
