Fenomena Childfree: Pilihan Hidup atau Bentuk Penolakan Terhadap Realitas?

Kamis 07-03-2024,20:01 WIB
Reporter : Alreza Deva Febriawati
Editor : Ferry Ardi Setiawan

MEMORANDUM - Fenomena Childfree semakin marak di Indonesia, terutama di kalangan muda. Istilah ini mengacu pada pilihan hidup untuk tidak memiliki anak. 

BACA JUGA:5 Tips Ahli untuk Meningkatkan Kekuatan dan Fleksibilitas Tubuh

Munculnya fenomena ini memicu berbagai pertanyaan dan diskusi, termasuk:

 

1. Alasan di Balik Pilihan Childfree:

BACA JUGA:Samsung Galaxy Z Flip5 dan Galaxy Z Fold5: Menghadirkan Fleksibilitas dan Keserbagunaan Tanpa Kompromi

Kebebasan dan fleksibilitas: Memiliki anak dianggap sebagai tanggung jawab besar yang dapat membatasi kebebasan dan fleksibilitas individu.

Keuangan: Biaya hidup yang tinggi dan kekhawatiran tentang masa depan ekonomi menjadi alasan utama untuk memilih childfree.

Ketidakcocokan dengan gaya hidup: Beberapa orang merasa gaya hidup mereka tidak cocok untuk membesarkan anak.

Kekhawatiran lingkungan: Kekhawatiran tentang dampak populasi manusia terhadap lingkungan mendorong beberapa orang untuk memilih childfree.

BACA JUGA:5 Tips untuk Memulai Gaya Hidup Sehat di Awal Tahun

2. Childfree: Pilihan Hidup atau Penolakan Realitas?

BACA JUGA:7 Kelebihan Diet Vegan, Gaya Hidup Tanpa Produk Hewani

Pilihan hidup: Bagi sebagian orang, childfree adalah pilihan hidup yang didasari oleh pertimbangan matang dan kesadaran diri.

Penolakan realitas: Beberapa pihak melihat childfree sebagai bentuk penolakan terhadap realitas dan tanggung jawab sebagai manusia.

Kategori :