Program MBG Presiden Prabowo Sukses Dongkrak Pendapatan Petani Boyolali Hingga 60 Persen

Selasa 21-04-2026,14:21 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Fatkhul Aziz

BOYOLALI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak nyata bagi petani di daerah. Program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan berkah bagi petani lokal melalui peningkatan permintaan dan stabilitas harga komoditas. 

Perputaran ekonomi yang meningkat serta dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan produksi memperkuat optimisme petani untuk terus meningkatkan hasil panen demi mendukung keberlanjutan MBG.

BACA JUGA:Harga Sayur Petani Boyolali Lebih Stabil, Dampak Program MBG


Mini Kidi Wipes.--

Di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, para petani mulai merasakan perubahan signifikan. Jika sebelumnya hanya bergantung pada pasar tradisional dan tengkulak, kini hasil panen mereka juga terserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Agus Irawan (34 tahun) petani asal Dukuh Pasah mengungkapkan dampak positif tersebut. Permintaan komoditas sayur-mayur yang dia tanam melonjak seiring permintaan dapur MBG, baik untuk komoditas tomat, brokoli, sawi putih, selada, hingga cabe.

BACA JUGA:Program MBG Jangkau Perbatasan Indonesia–Timor Leste Perkuat Ekonomi Lokal NTT

“Permintaan tidak hanya dari tengkulak maupun pedagang sayur pada umumnya, tapi juga diserap oleh program MBG,” kata dia.

Agus menyebut kenaikan harga yang dirasakan petani berkisar antara 40 hingga 60 persen, bergantung jenis komoditas. Hal ini membuat dia senang dan bersemangat untuk bertani dan menjadi penopang program yang memberikan gizi kepada anak-anak Indonesia.

“Untuk peningkatan, sekitar 40 sampai 60 persen, bergantung dari jenis komoditas masing-masing sayuran,” terangnya.

BACA JUGA:Santri Yatim di Karanganyar Mampu Topang Ekonomi Keluarga berkat Bekerja di Dapur MBG

Selain peningkatan harga, dukungan pemerintah juga hadir melalui bantuan pupuk dari Dinas Pertanian Jawa Tengah. Bantuan pasokan pupuk ini turut mendorong produktivitas petani.

“Kami mendapatkan pupuk NPK dan juga pupuk ZA,” ujar dia.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penanaman sayuran, termasuk menghadapi musim kemarau mendatang. Dengan bantuan tersebut ia bersama kelompok tani lainnya bisa bersiap menghadapi musim kemarau di bulan Agustus mendatang.

BACA JUGA:Pesanan Sayur Petani Boyolali Melonjak Drastis Dampak Program MBG

Kategori :