IMM Sidoarjo Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Efektivitas dan Kesejahteraan Guru
Aksi PC IMM Sidoarjo menuntut program MBG dievaluasi total. --
SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Sidoarjo mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan gizi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, Minggu 19 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kebijakan Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Perekonomian Indonesia di Tengah Dinamika Geopolitik dan Geoekonomi Global yang digelar di Kedai Kopi Ahmed 4, Kabupaten Sidoarjo.
Ketua PC IMM Kabupaten Sidoarjo Satria Buana Putra mengatakan pihaknya mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Namun, menurutnya, dukungan tersebut tidak boleh mengabaikan berbagai persoalan yang masih ditemukan dalam pelaksanaan program.
BACA JUGA:Korak Sidoarjo Kritik Razia Miras Setengah Hati, Sebut Pemkab Hanya Sasar Toko Kecil
"Program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah sangat besar harus mampu dipertanggungjawabkan melalui manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jika implementasinya masih diwarnai persoalan ketepatan sasaran, tata kelola, transparansi, dan pengawasan, maka pemerintah wajib melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan sekadar mempertahankan program demi kepentingan politik," tegas Satria.
Dalam diskusi tersebut, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (BEM Umsida) turut menyoroti ketimpangan kesejahteraan tenaga pendidik di Kabupaten Sidoarjo.
Menurut mereka, kesejahteraan guru masih jauh dari layak. Bahkan, disebutkan terdapat kondisi di mana penghasilan guru lebih rendah dibanding tenaga kebersihan yang bertugas di satuan pelayanan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Sangat ironis melihat realitas di Sidoarjo saat ini. Gaji para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan justru jauh lebih kecil dibandingkan upah tenaga kebersihan atau pembersih ompreng di satuan pelayanan Badan Gizi Nasional," ujar perwakilan BEM Umsida.
IMM Sidoarjo menilai keberhasilan Program MBG tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah dapur yang dibangun. Indikator keberhasilan, menurut mereka, harus tercermin dari peningkatan kualitas gizi anak, penurunan angka stunting, peningkatan mutu pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat.
Organisasi tersebut juga berpandangan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat diselesaikan melalui satu program saja. Pemenuhan gizi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Gempur Rokok Illegal--
Selain itu, IMM Sidoarjo menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses pengadaan, distribusi, hingga pelaksanaan Program MBG agar terhindar dari potensi penyimpangan.
IMM juga mendorong pemerintah membuka ruang evaluasi yang melibatkan akademisi, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, serta mahasiswa. Menurut mereka, evaluasi merupakan mekanisme demokratis untuk memastikan kebijakan publik berjalan sesuai tujuan.
Menutup diskusi, PC IMM Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk tanggung jawab moral kaum intelektual agar setiap anggaran negara digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (edy/jok)
Sumber:






