Sementara di luar, bersama Nara, semuanya terasa baru. Tidak ada sejarah. Tidak ada luka lama. Hanya perasaan ringan yang membuatnya lupa usia, lupa tanggung jawab, bahkan lupa dirinya sendiri.
BACA JUGA:Wanita Surabaya Diduga Tipu Emak-Emak Rp 1,5 M dengan Modus Jual Sembako Murah
Bintang mulai menunggu pesan dari Nara.
Bukan karena ia tidak mencintai Bulan.
Tapi karena ia mulai menikmati perasaan baru yang tidak ia temukan di rumah.
Suatu malam, saat mereka duduk berdua di mobil setelah lama berbicara, Nara berkata pelan,
“Kamu beda ya kalau lagi sama aku.”
Bintang tidak menjawab.
Ia tahu itu benar.
Namun yang tidak ia sadari, setiap kali ia merasa “hidup” di luar sana,
ia perlahan mati di dalam rumahnya sendiri.
Bulan mulai merasakan perubahan itu.
Bukan karena bukti. Tapi karena rasa.
“Mas, kamu bahagia?” tanyanya suatu malam.
Bintang terdiam.
Pertanyaan itu terlalu sederhana, tapi terlalu sulit dijawab.