new idulfitri

Aku Pergi Tanpa Kesalahan (2) Bintang Memilih Menikah Lagi

Aku Pergi Tanpa Kesalahan (2)  Bintang Memilih Menikah Lagi

ilustrasi--

Keputusan itu akhirnya datang.

Bukan melalui diskusi panjang. Bukan melalui usaha bersama yang benar-benar maksimal. Tapi melalui satu kalimat yang diucapkan dengan hati-hati… seolah ingin terdengar benar.

“Aku ingin menikah lagi.”

Bulan tidak terkejut.

Entah karena ia sudah menduga, atau karena ia terlalu lelah untuk merasa kaget.

“Sudah kamu pikirkan?” tanyanya pelan.

Bintang mengangguk. “Ini bukan keputusan mudah.”

Bulan tersenyum tipis. “Tapi kamu tetap ambil.”

Sunyi memenuhi ruangan.


Mini Kidi Wipes.--

Beberapa bulan terakhir memang sudah terasa seperti persiapan menuju titik ini. Jarak yang semakin nyata. Percakapan yang semakin singkat. Dan tatapan yang tidak lagi sama.

“Aku tetap ingin kamu di rumah ini,” lanjut Bintang. “Aku tidak ingin menceraikan kamu.”

Kalimat itu terdengar seperti kebaikan.

Namun bagi Bulan, itu justru terasa seperti penghapusan.

“Aku harus berbagi?” tanyanya.

Bintang tidak menjawab langsung.

“Aku hanya ingin punya anak.”

Bulan menatapnya lama.

“Jadi aku cukup jadi istri… tapi bukan lagi perempuan yang utuh di hidupmu?”

Bintang menghela napas. “Jangan diputar seperti itu.”

“Lalu bagaimana aku harus melihatnya?” suara Bulan tetap tenang, tapi dalam.

Tidak ada jawaban yang benar.

Karena ini bukan soal logika. Ini soal rasa.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Beberapa hari kemudian, keluarga mulai tahu. Ada yang mendukung, ada yang diam, ada yang menyarankan Bulan untuk “mengerti keadaan”.

“Namanya juga laki-laki,” kata seseorang.

Kalimat yang terlalu sering dipakai… untuk membenarkan sesuatu yang melukai.

Suatu malam, Bulan bertanya satu hal terakhir.

“Kalau nanti terbukti aku tidak bermasalah… kamu tetap akan melakukan ini?”

Bintang terdiam.

Pertanyaan itu sederhana, tapi terlalu jujur.

Dan dalam diam itu, Bulan menemukan jawabannya.

Ini bukan lagi soal anak.

Ini soal pilihan.

Malam itu, Bulan tidak menangis.

Ia hanya duduk sendiri, menyadari satu hal yang selama ini ia tolak:

Kadang, seseorang tidak pergi karena kita kurang.

Tapi karena mereka memilih jalan yang tidak lagi melibatkan kita sepenuhnya.

Dan di titik itu, Bulan mulai memahami sesuatu yang pahit tapi jujur

Ia tidak sedang kehilangan suami.

Ia sedang dilepaskan…

oleh seseorang yang sudah lebih dulu pergi secara perlahan. (atp/fer/bersambung)

Sumber: