Setelah pernikahannya kandas, Linda sebenarnya memiliki pilihan terbuka untuk kembali ke keyakinan sebelumnya, terlebih sebagian keluarga besarnya sempat menyarankan hal tersebut. Namun bagi Linda, agama bukanlah sesuatu yang bisa diambil dan ditinggalkan begitu saja.
BACA JUGA:Perjalanan Iman dan Toleransi Tanjaya, Cahaya Hati di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
"Menurut saya agama bukan buat main-main. Kalau saya sudah pernah di Islam lalu setelah cerai langsung balik lagi ke agama sebelumnya, rasanya seperti mempermainkan," ucapnya dengan tegas.
Ia juga menyadari bahwa menjalankan ajaran Islam bukan perkara mudah. Kewajiban salat lima waktu dan berbagai aturan ibadah lainnya justru membuatnya semakin serius dalam menjalani keyakinan.
"Kalau dibilang simpel, mungkin Nasrani lebih simpel. Tapi di hati saya, saya tidak ingin mempermainkan agama," terangnya.
BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh
Salah satu momen yang paling menguatkan imannya terjadi saat proses perceraian berlangsung. Masa itu menjadi periode yang sangat berat bagi Linda, namun di tengah situasi yang menyesakkan tersebut, ia justru merasa mendapat banyak pertolongan Allah.
"Waktu proses perceraian itu benar-benar saya merasa Allah bantu banget. Dari situ saya makin yakin dengan Islam," tutur Linda.
BACA JUGA:Dua Kebahagiaan Terbesar Vanessa Ziandry, Antara Syahadat dan Pelaminan
Perasaan itulah yang membentengi dirinya untuk tidak kembali ke keyakinan lama meskipun terdapat dorongan dari keluarga. Kini, Linda menjalani hidup sebagai orang tua tunggal.
Ia mengakui bahwa dirinya mungkin belum bisa menjadi guru agama yang sempurna bagi anaknya, namun ia berkomitmen memberikan pendidikan religi yang terbaik.
BACA JUGA:Merinding Baca Syahadat, Kisah Perjalanan Spiritual Angga Wibisono Jadi Mualaf
"Saya mungkin tidak bisa mengajarkan dengan sempurna. Tapi saya akan mengupayakan supaya anak saya bisa mendapatkan pendidikan agama yang baik," paparnya.
Bagi Linda, menjadi muslimah kini bukan lagi sekadar keputusan yang lahir dari bayang-bayang pernikahan masa lalu.
BACA JUGA:Langkah Sunyi Belinda Andyana, Menjemput Hidayah Melalui Undangan Sang Pencipta
Keyakinan itu telah bertransformasi menjadi pilihan pribadi yang dijalani dengan kesadaran penuh. Meski jalan hidupnya berubah haluan, iman yang pernah ia pilih di Masjid Ampel hampir sembilan tahun lalu tetap ia jaga dengan erat hingga hari ini. (ain/nov)