Hadirkan Cak Hunter Parabola, Bukber Memorandum Penuh Tawa Anak Yatim
Cak Hunter Parabola menghibur anak-anak yatim dengan pertunjukan sulap dalam acara buka puasa bersama Memorandum.-Mg/Nabilla Fitri-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Memorandum pada Ramadan 2026 berlangsung meriah dan penuh kehangatan.

Mini Kidi Wipes.--
Dalam acara tersebut, panitia menghadirkan hiburan sulap dari pelawak senior Cak Hunter Parabola yang sukses menghibur anak-anak yatim yang hadir.
BACA JUGA:Ramadan Ceria Memorandum Hadirkan Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Tradisi berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan sebenarnya sudah lama dilakukan oleh Memorandum. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan sosial tersebut dilakukan dengan membagikan takjil kepada masyarakat di jalan.
BACA JUGA:Memorandum Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Sajikan Hidangan dari Pedagang Sekitar
Namun sejak 2025, konsep kegiatan diubah menjadi acara buka puasa bersama anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hidangan berbuka, tetapi juga berbagai hiburan untuk menambah keceriaan para peserta.
BACA JUGA:The Westin Surabaya Dukung Kegiatan Ramadan Memorandum, Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi
Salah satu hiburan yang ditampilkan adalah pertunjukan sulap dan guyonan khas dari Cak Hunter Parabola. Kehadiran pelawak senior tersebut mampu mencairkan suasana dan menghadirkan tawa anak-anak sepanjang acara.
BACA JUGA:Ramadan Ceria: Makna Berbagi dan Cahaya Harapan dari Anak Yatim di Bukber Memorandum
Cak Hunter Parabola sendiri dikenal memiliki perjalanan panjang di dunia seni lawak. Ia mulai menekuni seni komedi sejak tahun 1980 bersama grup lawak bernama Bocah Lestari.
BACA JUGA:Memorandum Gelar Bukber Ramadan, Puluhan Anak Yatim Piatu Dalam Suasana Penuh Kebahagiaan
Dalam perjalanan kariernya, Cak Hunter Parabola juga sempat tampil di TVRI dan bahkan bergabung dengan grup lawak legendaris Srimulat Surabaya.
Namun pada 1984, ia sempat meninggalkan dunia seni untuk bergabung dengan TNI Angkatan Laut. Keputusan tersebut diambil karena pertimbangan masa depan keluarga, mengingat penghasilan dari dunia seni saat itu belum menentu.
Sumber:




