Dermaga Kedamaian Rusniati Nisa, Labuhkan Hati pada Syariat yang Menenteramkan
Rusniati Nisa bersama keluarga saat umrah di tanah suci, September 2024.-Ali Muchtar-
Menjadi seorang mualaf bukanlah sekadar pindah keyakinan, melainkan sebuah perjalanan spiritual panjang untuk mencari ketenangan batin.
BACA JUGA:Dua Kebahagiaan Terbesar Vanessa Ziandry, Antara Syahadat dan Pelaminan
Hal inilah yang dialami oleh Rusniati Nisa, seorang ibu rumah tangga berusia 44 tahun asal Sampit yang telah memeluk Islam selama kurang lebih 15 tahun terakhir.
BACA JUGA:Perjalanan Spiritual Annis dari Tanah Suci ke Tuban, Menjemput Hidayah Melalui Jejak Sunan Bonang
Meski belasan tahun telah berlalu, semangatnya untuk terus belajar tak pernah padam, terutama di bawah bimbingan Ustazah Ima dari kelompok pengajian Al Bayt Nurul Qur'an, Sidoresmo, Surabaya.
BACA JUGA:Merinding Baca Syahadat, Kisah Perjalanan Spiritual Angga Wibisono Jadi Mualaf
Lahir dengan nama Rusniati, ia memutuskan untuk menambahkan nama "Nisa" di belakangnya setelah mengucapkan kalimat syahadat.
BACA JUGA:Perjalanan Tabitha Menuju Rumah Kedamaian, Simfoni Iman yang Sempat Terguncang
Keputusan besar ini awalnya diambil mengikuti jejak sang suami, namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil tanpa paksaan sedikit pun dari pihak mana pun.
BACA JUGA:Langkah Sunyi Belinda Andyana, Menjemput Hidayah Melalui Undangan Sang Pencipta
"Karena suami Islam, jadi saya ikut memeluk agama Islam. Tapi semua saya jalani dengan penuh keikhlasan hati," ungkap wanita yang memiliki hobi berenang ini dengan mantap.
BACA JUGA:Perjalanan Marry Diana Menjemput Cahaya Islam, Dawai Hidayah dalam Al-Fatihah
Bagi Rusniati, Islam bukan sekadar status formal, melainkan pilihan hidup yang ia peluk erat hingga saat ini. Walau prosesnya dijalani dengan penuh keikhlasan, awal masa transisi tersebut tentu tidaklah mudah.
Ia mengenang bahwa tantangan terberat yang harus dihadapi adalah saat mulai mempelajari tata cara ibadah yang benar.
Sumber:







