Cinta Tak Butuh Netra, Pasangan Tunanetra di Jember Mandiri Merawat Tiga Anak
Ilustrasi AI pasangan tunanetra di Jember merawat bayi di rumah sederhana dengan penuh kasih.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pasangan tunanetra Ali Muhtar Zamrony dan Yepy Ristian di Jember menjalani kehidupan mandiri dengan bekerja sebagai praktisi pijat profesional sekaligus merawat tiga anak, termasuk bayi berusia satu bulan, Selasa 10 Maret 2026.
Di rumah sederhana mereka, Ali Muhtar Zamrony dengan lembut menimang putra bungsunya, Andra Zaidan Ar-Rasyid, yang baru genap berusia satu bulan.

Mini Kidi Wipes.--
Sementara itu, Yepy Ristian sesekali meraba kain bedongan untuk memastikan bayinya tetap hangat dan nyaman dalam dekapan ayahnya.
Bagi pasangan ini, merawat bayi bukan sekadar rutinitas fisik.
Di tengah keterbatasan penglihatan, mereka mengandalkan sentuhan, suara, dan insting sebagai cara memahami kebutuhan sang buah hati.
“Alhamdulillah, semuanya dijalani saja seperti orang pada umumnya. Kami hanya punya keterbatasan pada penglihatan, tapi tidak pada rasa,” ujar Ali.
Kisah keduanya bermula pada 2015 saat bertemu di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang ketika mengikuti pelatihan pijat.
BACA JUGA:Akselerasi Standar Keamanan Pangan, Pemerintah Percepat Sertifikasi Higiene Dapur MBG
Saat itu, mereka sama-sama mengikuti program pelatihan untuk membekali diri dengan keterampilan agar dapat hidup mandiri.
“Dulu kenalnya waktu pelatihan. Ya, hanya sebatas teman, sama-sama berjuang belajar keterampilan agar bisa mandiri,” kenang Ali.
Kebersamaan selama dua tahun pelatihan membuat keduanya semakin akrab dan saling menyemangati.

Gempur Rokok Ilegal.--
Setelah lulus pada 2017, komunikasi yang terus terjalin mengubah persahabatan menjadi keyakinan untuk membangun rumah tangga bersama.
Pada 2020, keduanya melangsungkan pernikahan.
Kini Ali dan Yepy bekerja sebagai praktisi pijat profesional untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kehadiran tiga anak.
BACA JUGA:Gelar Musrenbang 2027, Bupati Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus Perangi Kemiskinan di Jember
Putri sulung mereka yang berusia 13 tahun kini menempuh pendidikan SMP di Ponorogo, sedangkan dua anak bungsu mereka diasuh langsung di Jember.
Ali menyandang kondisi low vision sejak kecil, sementara Yepy mengalami tunanetra total sejak lahir.
BACA JUGA:Bencana Jember Selatan, Angin Kencang Hancurkan Sekolah dan Belasan Rumah di Tiga Kecamatan
Bekal pelatihan dari RSBN Malang, termasuk keterampilan Activity of Daily Living (ADL), membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari merawat bayi hingga mengatur kebutuhan rumah tangga.
“Tantangan terbesar itu komunikasi. Bagaimana menjaga agar tetap harmonis dan melewati suka duka bersama tanpa harus menyalahkan keadaan,” pungkas Ali. (Fbr)
Sumber:




