Ketika Penyakit Mengubah Segalanya: Cinta yang Tak Lagi Cukup (3)

Jumat 13-03-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Malam itu, ia duduk lama di ruang tamu memikirkan semuanya.

Di kamar, Bintang memanggilnya.

“Kamu harus ambil pekerjaan itu,” katanya setelah Bulan menjelaskan.

Bulan menatapnya dengan mata yang mulai basah. “Lalu kamu?”

“Aku akan tinggal dengan kakakku. Mereka sudah bilang bersedia merawatku.”

Sunyi memenuhi ruangan.

Bulan merasa seperti berdiri di persimpangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bertahan berarti terus hidup dalam kelelahan yang tidak berujung. Pergi berarti meninggalkan seseorang yang dulu ia janjikan untuk selalu bersama.

“Mas…” suaranya hampir tidak terdengar.

Bintang tersenyum tipis, senyum yang penuh kelelahan tapi juga penerimaan.

“Cinta itu tidak selalu berarti tinggal,” katanya pelan. “Kadang berarti membiarkan orang yang kita cintai punya kesempatan untuk hidup.”

Beberapa minggu kemudian, Bulan benar-benar pergi ke kota baru. Mereka tidak bercerai. Tidak ada dokumen yang menutup pernikahan mereka.

Namun kehidupan mereka berjalan di dua tempat yang berbeda.

Sesekali Bulan masih menelepon. Sesekali ia datang menjenguk. Namun kedekatan yang dulu mereka miliki tidak pernah benar-benar kembali.

Dalam banyak cerita, cinta sering digambarkan mampu mengalahkan segalanya.


Gempur Rokok Ilegal.--

Namun di kehidupan nyata, cinta juga harus berhadapan dengan kenyataan: penyakit, kelelahan, dan batas kemampuan manusia.

Kategori :