Ketika Penyakit Mengubah Segalanya: Cinta yang Tak Lagi Cukup (3)
-Ilustrasi-
WAKTU terus berjalan, tapi kehidupan mereka terasa seperti berhenti di tempat.
Bintang semakin lemah. Ia lebih sering berbaring daripada duduk. Rumah sakit kini menjadi tempat yang lebih sering mereka kunjungi daripada rumah sendiri. Sementara itu, Bulan terus berusaha bertahan, meski tubuh dan pikirannya mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang tak bisa lagi ia sembunyikan.

Mini Kidi Wipes.--
Suatu malam, listrik hampir diputus karena tagihan yang terlambat dibayar. Bulan berdiri lama di depan meteran listrik yang berkedip merah. Ia menutup mata sebentar, mencoba menenangkan dirinya sebelum kembali masuk ke kamar.
Bintang memperhatikannya dari ranjang.
“Kamu capek,” katanya pelan.
Bulan tidak langsung menjawab.
“Kalau kamu ingin pergi… aku tidak akan menyalahkanmu.”
Kalimat itu membuat Bulan menoleh cepat.
“Jangan bicara begitu,” katanya tegas, meski suaranya bergetar.
“Aku tahu aku sudah menjadi beban.”
Bulan duduk di tepi ranjang. Ia menatap wajah suaminya yang kini jauh berbeda dari lelaki yang dulu ia nikahi.
“Mas,” katanya pelan, “kamu bukan beban.”
Namun dalam hatinya, Bulan tahu hidup mereka memang berubah menjadi sangat berat.
Sumber:




