BACA JUGA:Bukan Sekadar Nostalgia, Game Horor Remake Ini Suguhkan Gameplay Berjam-jam
Game tembak-menembak seperti Call of Duty melatih refleks, ketepatan respons, dan kemampuan memfilter informasi visual yang relevan di tengah distraksi. Hal ini berkaitan dengan peningkatan attentional control, yaitu kemampuan mengelola fokus dalam situasi yang dinamis.
Dalam aspek sosial, game multiplayer kompetitif seperti Valorant dan Dota 2 mengajarkan pentingnya koordinasi tim, komunikasi efektif, dan pembagian peran.
BACA JUGA:Dua Wajah Game Online, Antara Degradasi Mental dan Munculnya Kesadaran Lingkungan
Studi dalam jurnal Computers in Human Behavior menunjukkan bahwa pemain game kooperatif cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih adaptif serta tingkat empati yang lebih tinggi terhadap rekan satu tim.
Gempur Rokok Illegal--
Dalam praktiknya, pemain belajar menyampaikan strategi secara jelas, merespons tekanan, serta menyelesaikan konflik secara cepat demi mencapai tujuan bersama. Keterampilan ini sangat relevan dalam lingkungan kerja yang menuntut kolaborasi.
Aspek ketahanan mental atau resilience juga menjadi manfaat signifikan dari aktivitas gaming.
Dalam game, kegagalan adalah hal yang lumrah. Pemain harus mengulang level, memperbaiki kesalahan, dan mencoba strategi baru hingga berhasil.
BACA JUGA:Bukan Cuma Push Rank: Apa yang Sebenarnya Kita Pelajari dari Game
Psikolog menyebut pola ini sebagai penguatan growth mindset. Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa pengalaman gagal yang diikuti kesempatan untuk mencoba kembali dapat meningkatkan daya tahan mental dan mengurangi rasa takut terhadap kegagalan.
Dengan kata lain, game menciptakan ruang aman untuk belajar dari kesalahan.
Dari sisi kebahasaan, banyak game modern menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, terutama dalam genre RPG atau MMORPG yang kaya dialog dan narasi.
Paparan ini secara tidak langsung memperkaya kosakata dan pemahaman bahasa asing pemain.
Studi dalam ReCALL Journal menemukan bahwa pembelajaran bahasa melalui media digital interaktif dapat meningkatkan retensi kosakata dan motivasi belajar.
BACA JUGA:Mengenal TheoTown, Game Simulasi Klasik yang Kembali Viral Berkat Kreativitas Netizen