PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Seorang nenek berusia 94 tahun asal Kota Pasuruan dipastikan berangkat haji tahun ini setelah dinyatakan lolos istitha’ah usai menjalani pemeriksaan kesehatan ketat, Selasa 10 Februari 2026.
BACA JUGA:Lolos Istitoah, 299 Calon Haji Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Siti Robinah tercatat sebagai calon jemaah haji tertua dari total 270 jemaah Kota Pasuruan yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji.
Mini Kidi--
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan Ahmad Marzuqi menjelaskan, usia lanjut bukan penghalang selama jemaah dinyatakan mampu secara fisik dan mental.
BACA JUGA:269 Calon Jemaah Haji Kota Pasuruan Siap Berangkat Tahun 2026
"Usia memang sangat sepuh. Tapi yang utama adalah kelayakan kesehatan. Jemaah lansia tetap bisa berangkat sepanjang dinyatakan istitha’ah atau mampu secara fisik dan mental," ujar Marzuqi.
Menurutnya, hingga penutupan tahap kedua pelunasan, jumlah jemaah yang melunasi biaya haji di Kota Pasuruan mencapai 270 orang, terdiri atas 199 jemaah pada tahap pertama dan 71 jemaah pada tahap kedua.
Selain itu, terdapat 32 jemaah penggabungan mahram serta 33 jemaah cadangan yang disiapkan untuk mengisi kuota apabila terjadi kekosongan.
Meski demikian, Marzuqi mengakui tidak seluruh kuota dapat terisi karena beberapa calon jemaah menunda keberangkatan akibat kendala kesehatan, faktor ekonomi, serta pertimbangan menunggu mahram. Ia menambahkan, bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi telah disiapkan skema pelayanan khusus, termasuk penerapan skema murur saat puncak haji.
"Jemaah lansia dan rentan nantinya hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus. Ini demi menjaga kondisi fisik mereka tetap stabil," jelasnya.
Marzuqi menegaskan, tahun ini aturan haji diperketat dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan lebih awal sebelum pelunasan Bipih untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
"Keselamatan adalah prioritas. Kami ingin memastikan jemaah berangkat dalam kondisi sehat dan kembali ke tanah air juga sehat," pungkasnya. (kd/mh)