SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan perbaikan 3.242 unit Rumah Tidak Layak Huni melalui program Rutilahu sepanjang 2026 dengan skema gotong royong APBD dan non-APBD, Senin 9 Februari 2026.
Mini Kidi--
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.240 unit dibiayai melalui APBD Kota Surabaya, sementara 1.002 unit lainnya berasal dari bantuan non-APBD termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi dan pihak swasta.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa warga Surabaya harus mandiri dan tidak terpecah, karena pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong lintas suku dan golongan.
BACA JUGA:Tak Berizin dan Tak Bayar Sewa, Kabel FO Semrawut di Surabaya Ditertibkan Pemkot
“Hari ini warga Surabaya harus berdiri dengan kakinya sendiri. Jangan mau dipecah belah. Siapa yang tinggal dan membesarkan Surabaya, itulah warga Surabaya sejati,” tegas Eri.
Eri menambahkan, pelaksanaan Rutilahu 2026 akan menggunakan kriteria lebih ketat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial dengan sasaran warga DTKS desil 1 hingga 5.
“Saya harus berani. Kalau ada rumah mau roboh tapi pemiliknya mampu atau berada di atas desil 5, ya mohon maaf, kita utamakan yang benar-benar tidak mampu dulu,” ujarnya.
BACA JUGA:Gelar Pelatihan Tukang Bersertifikat, Pemkot Sasar 1.784 Tenaga Kerja Lokal BACA JUGA:Gelar Pelatihan Tukang Bersertifikat, Pemkot Sasar 1.784 Tenaga Kerja Lokal
Selain itu, Eri mengajak warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk berpartisipasi melalui zakat, infak, dan sedekah di lembaga resmi sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya Vivian Fan menjelaskan, program renovasi rumah merupakan komitmen nasional yayasan untuk membedah 5.000 rumah di 13 kota di Indonesia.
BACA JUGA:Wajah Baru Protokol Surabaya, Reklame Menjamur di Median Jalan, Inovasi Pemkot Genjot PAD
“Khusus di Surabaya, target kami 500 unit. Hingga hari ini, 100 unit sudah diserahterimakan, 118 unit dalam proses, dan sisanya akan menyusul,” paparnya.
Salah satu penerima manfaat, Trianto Santosa warga Kelurahan Ngagel Rejo, mengaku kondisi rumahnya sebelum direnovasi sangat memprihatinkan.
“Dulu rumah saya bocor semua. Sekarang Alhamdulillah sudah baik dan layak,” ungkapnya. (alf)