JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak siang hari memicu luapan Sungai Badean yang berujung petaka. Sebanyak 40 rumah di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, diterjang banjir lumpur pada Selasa 3 Februari 2026 malam. Tak hanya merusak bangunan, musibah ini juga menyebabkan satu warga dilaporkan hilang terseret arus.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa air sungai mulai meluap ke permukiman sekitar pukul 19.40 WIB. Arus membawa material pekat berupa lumpur, bambu, hingga potongan kayu.
BACA JUGA:Respons Cepat Banjir Panti, Polres Jember Instruksikan Personel Siaga 24 Jam
Mini Kidi--
“Debit air naik dengan sangat cepat. Selain material lumpur, arus deras juga membawa material kayu yang langsung masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Edy saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Dampak terparah terpantau di Dusun Pertelon, Desa Pakis. Tercatat empat rumah milik warga—Yuliatin (37), Wahid (52), Madruji (51), dan Samad (65)—mengalami kerusakan berat pada bagian dapur akibat tergerus arus. Bahkan, bangunan dapur dan kandang ternak milik Madruji serta Samad dilaporkan roboh total.
BACA JUGA:Rawan Diterjang Banjir Kali Lamong, PWI Gresik Tanam Pohon di Tanggul Desa Jono
Data BPBD menunjukkan 6 unit rumah terendam lumpur setinggi 15 cm, sementara 30 rumah lainnya terdampak lumpur setebal 20 cm di bagian halaman. Total keseluruhan rumah terdampak mencapai 40 unit.
Peristiwa memilukan menimpa Wahid (52), staf Seksi Pemerintahan Kecamatan Panti yang juga mantan Sekretaris Desa Pakis. Ia dilaporkan hilang terseret arus banjir yang datang tiba-tiba. Hingga tengah malam, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
“Pencarian terpaksa kami hentikan sementara pada pukul 23.50 WIB karena kendala cuaca malam hari dan minimnya penerangan. Operasi SAR gabungan akan kami lanjutkan kembali esok pagi,” jelas Edy.
BACA JUGA:Jelang Imlek, Usaha Kue Keranjang di Kalidami Kebanjiran Pesanan
Akibat kondisi rumah yang tak memungkinkan untuk ditempati, sebanyak 30 jiwa kini mengungsi ke kediaman warga bernama Pak Her di Desa Pakis. Sementara itu, keluarga korban yang terseret arus serta warga yang rumahnya roboh diungsikan ke kerabat terdekat di wilayah Balai Desa Pakis dan Dusun Gluduk.
Banjir ini juga meluas hingga ke Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Di wilayah tersebut, dua rumah terendam lumpur setinggi 40 cm akibat barongan bambu yang roboh dan menyumbat aliran sungai.
Hingga dini hari, BPBD Jember bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), relawan, dan perangkat desa masih bersiaga di lokasi. Meski air mulai surut dan cuaca berawan, warga diminta tetap waspada.
BACA JUGA:Sidak Banjir Besole, Bupati Tulungagung Sayangkan Video Aksi Pengelupasan Aspal Saat Banjir