Awalnya hanya soal tidak diperkenalkan.
Lama-lama, menjadi tidak diakui.
Istri itu mulai terbiasa hidup dengan dua wajah.
Di rumah, ia memanggil Bintang dengan panggilan paling personal.
Di luar, ia harus berpura-pura tak mengenalnya lebih dari sekadar orang asing.
Mini Kidi--
Ia belajar berjalan beberapa langkah di belakang.
Belajar menunduk ketika berpapasan dengan rekan kerja suaminya.
Belajar diam ketika namanya hampir disebut, lalu ditelan sunyi.
Bintang menyebut ini sebagai pengorbanan.
Katanya, semua demi masa depan.
Demi posisi.
Demi citra.
“Sedikit lagi,” kata Bintang setiap kali ia bertanya.
“Setelah ini,” katanya lagi, tanpa pernah jelas kapan.