HPN 2026

Menjandakan Istri Demi Janda: Hidup Baru yang Tidak Mudah (2)

Menjandakan Istri Demi Janda: Hidup Baru yang Tidak Mudah (2)

-Ilustrasi-

AWALNYA semuanya terasa ringan bagi Bintang. Rumah baru, suasana baru, perempuan baru yang selalu menyambutnya dengan senyum tanpa sejarah panjang yang melelahkan. Tidak ada cerita lama yang diulang-ulang. Tidak ada konflik yang menumpuk bertahun-tahun. Arumi tampak seperti jawaban dari semua ketidakbahagiaan yang dulu ia keluhkan.

Namun waktu tidak pernah benar-benar netral.


Mini Kidi--

Suatu malam, ketika Bintang pulang lebih lambat dari biasanya karena rapat mendadak, Arumi bertanya dengan nada yang tidak ia kenal sebelumnya. “Kamu tadi sama siapa?” Pertanyaannya sederhana, tapi ada kegelisahan di dalamnya.

Bintang terkejut. “Rapat, seperti biasa.”

Arumi terdiam sebentar lalu berkata pelan, “Maaf, aku cuma… takut.”

“Takut apa?” tanya Bintang.

“Takut suatu hari aku jadi seperti Bulan.”

Kalimat itu membuat ruangan terasa sempit.

Untuk pertama kalinya, Bintang melihat bayangan masa lalunya berdiri di antara mereka. Arumi bukan hanya janda yang ia nikahi. Ia juga perempuan yang tahu betul bagaimana rasanya ditinggalkan. Dan ia sadar, laki-laki yang kini menjadi suaminya adalah laki-laki yang pernah memilih pergi.

Seiring waktu, Arumi mulai bertanya lebih sering. Tentang pesan yang masuk. Tentang jadwal yang berubah. Tentang alasan yang terasa terlalu familiar. Bintang mulai merasa diawasi, sesuatu yang dulu sering ia keluhkan dari Bulan.

“Aku cuma nggak mau kejadian yang sama terulang,” kata Arumi suatu malam. “Kalau kamu bisa meninggalkan istri demi aku, apa yang menjamin kamu nggak akan meninggalkanku demi yang lain?”

Pertanyaan itu bukan tuduhan. Itu ketakutan.

Dan di situlah Bintang mulai memahami sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya: keputusan yang ia ambil demi kebahagiaan ternyata membawa bayangan yang tidak bisa ia hapus.

Sumber: