Pengakuan yang Datang Terlambat: Pertanyaan yang Tak Terjawab (2)
--
PERTANYAAN itu datang lebih sering. Tidak lagi sekadar rasa ingin tahu, melainkan kebutuhan akan kejelasan. Anak itu kini cukup besar untuk membaca ekspresi, menangkap jeda, dan menyusun kepingan yang selama ini berserakan.
Suatu malam, saat hujan turun pelan, ia berkata, “Bu, kalau Ayah ada, kenapa Ayah nggak pernah datang?” Bulan terdiam. Ia tahu, kalimat yang selama ini ia simpan rapi akhirnya harus dihadapi.

Mini Kidi--
Bulan mencoba menjawab setenang mungkin. “Kadang orang dewasa juga takut,” katanya. Anak itu mengernyit. “Takut sama apa?” Bulan menarik napas. “Takut bertanggung jawab.”
Jawaban itu jujur, tapi menyisakan ruang kosong yang lebih besar. Anak itu tidak membantah, namun malam itu ia tidur lebih lama dari biasanya, seolah pikirannya berjalan sendiri.
Di sisi lain kota, Bintang mulai mendengar nama yang selama ini ia hindari. Bukan dari Bulan, melainkan dari lingkaran yang tak ia duga.
Ada yang berbisik, ada yang menatap lebih lama. Bintang menunda. Ia selalu menunda.
Hingga suatu hari ia berkata pada dirinya sendiri, aku harus datang. Bukan karena siap, melainkan karena semakin lama ia menunda, semakin berat konsekuensinya.
Pertemuan pertama berlangsung canggung. Bintang berdiri di depan pintu dengan kata-kata yang ia susun sepanjang perjalanan.
Bulan membuka pintu dan berkata singkat, “Masuk.” Tidak ada pelukan. Tidak ada amarah. Hanya jarak yang tercipta oleh waktu.
Anak itu menatap Bintang lama, lalu bertanya polos, “Om siapa?” Bintang tersenyum kaku. “Teman Ibumu.” Bulan tidak mengoreksi. Belum hari itu.
Setelah anak itu masuk kamar, Bulan berkata pelan namun tegas, “Kalau kamu datang, jangan setengah-setengah.
” Bintang mengangguk, lalu menjawab dengan kalimat yang terlalu familiar, “Aku butuh waktu.” Bulan menatapnya tanpa emosi berlebih. “Waktu sudah lama berjalan,” katanya. “Sekarang tinggal keberanian.”
Hari-hari berikutnya berjalan dengan kehati-hatian. Bintang datang sesekali, membawa hadiah kecil, duduk tidak terlalu lama.
Sumber:
