new idulfitri

Pengakuan yang Datang Terlambat: Pertanyaan yang Tak Terjawab (2)

Pengakuan yang Datang Terlambat: Pertanyaan yang Tak Terjawab (2)

--

Anak itu menerima dengan sopan, namun jaraknya terasa. Suatu sore ia bertanya, “Om datang lagi besok?” Bintang ragu. “Mungkin.” Anak itu mengangguk. “Kalau mungkin, berarti belum pasti.” 

Kalimat itu membuat Bintang terdiam pertama kalinya ia mendengar konsekuensi dari kebiasaan menunda, keluar dari mulut seorang anak.

Bulan menyadari satu hal pahit: pertemuan bukanlah pengakuan. Kehadiran sesekali bukanlah tanggung jawab. Dan anak itu mulai belajar membedakan janji dengan kepastian. 

Series ini bergerak ke satu titik genting ketika semua pihak harus memilih: tetap menunda dengan aman, atau melangkah dengan risiko.

Karena ketika pertanyaan tak lagi bisa ditunda, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi orang dewasa, melainkan rasa percaya seorang anak sesuatu yang, sekali hilang, tidak pernah benar-benar kembali sama.

Sumber: