Oleh Arief Sosiawan Pemimpin Redaksi “Arab Saudi masih mengkaji untuk tetap menggelar ibadah haji pada 2020 di masa pandemi virus corona dengan pengurangan kuota,” begitu petikan salah satu berita yang muncul di media, pekan ini. Bagi kaum muslimin, kabar tersebut sangat menyejukkan. Memberi harapan. Termasuk bagi umat muslim Indonesia. Ibarat orang kehausan, setelah menempuh perjalanan panjang, kabar itu sangat menyegarkan hingga mampu melepaskan dahaga umat. Plong…rasanya kira-kira begitu. Minimal bagi umat muslim Indonesia yang sudah terjadwal untuk bertolak ke tanah suci tahun ini, setelah bertahun-tahun antre. Pikiran mereka langsung tertuju pada Baitullah, rumah Allah, seraya berujar “Alhamdulillah…”. “Labaik Allahuma Labaik…” Mereka sangat girang. Kabar seperti ini yang ditunggu-tunggu umat muslim di tengah rasa gundah gulana ketika pandemi. Mereka merasakan kekuatan doa yang dipanjatkan segera diijabah (dikabulkan) Allah SWT. Apalagi pandemi virus corona atau Covid-19 dikabarkan sempat membuat Kerajaan Arab Saudi meniadakan ibadah haji 2020. Kini kabar bahagia itu berubah kembali menjadi kekecewaan. Kementerian Agama Republik Indonesia yang dipimpin Fachrul Razi telah memutuskan tak memberangkatkan jemaah haji 2020. Pembatalan itu tak hanya berlaku untuk haji kuota. Jemaah yang berangkat secara mandiri pun tak akan bisa melakukan perjalanan ke tanah suci Makkah, Arab Saudi. Apalagi keputusan itu diambil tanpa didialogkan lebih dulu dengan DPR RI (dewan perwakilan rakyat Republik Indonesia). Tak cukup di sini, Kerajaan Arab Saudi diminta tak mengeluarkan visa kunjungan bagi warga negara Indonesia ke negerinya. Tegasnya, Fachrul menjabarkan Indonesia tak akan menggelar ibadah haji 2020 dengan alasan tidak bisa menyiapkan diri dengan baik terutama pada kesiapan kesehatan jemaah. Kata dia, jika haji 2020 tetap atau dipaksakan untuk digelar yang muncul justru kekhawatiran akan hal-hal negatif. Lho kok aneh? kabar berita masih mengkaji saja sudah disambut dengan keputusan tegas tidak menyelenggarakan pemberangkatan jemaah haji pada tahun ini. Ada apa? Apa ada muatan politis? Apa ada kepentingan terselubung dari salah satu kelompok atau golongan di negeri ini? Atau lebih tegas, ada agenda apa kok Kementerian Agama Republik Indonesia sudah memutuskan tidak melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji 2020 meski Kerajaan Arab Saudi masih mengkaji untuk membuka? Berbagai pertanyaan ini layak muncul. Umat muslim layak mempertanyakan. Apalagi, Pemerintah Indonesia sudah berancang-ancang melaksanakan program new normal yang artinya kembali hidup dengan normal meski catatan detailnya umat harus tetap memakai standar protokol kesehatan yang ditetapkan. Percayalah! umat muslim Indonesia pun pasti bisa melaksanakan haji dengan standar protokol kesehatan yang ditetapkan ketika mereka berhaji ke tanah suci dalam kondisi new normal. Haji adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu seperti disyariatkan dalam rukun Islam kelima. Sungguh, membingungkan. Setelah masjid ditutup, haji dilarang, apalagi? (*)
Setelah Masjid Ditutup, Haji Dilarang, Apalagi?
Sabtu 13-06-2020,11:12 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 14-03-2026,06:33 WIB
Libur Nyepi dan Idulfitri, Tugu Tirta Kota Malang Pastikan Pasokan Air Minum Tetap Aman
Sabtu 14-03-2026,11:11 WIB
Ramadan Penuh Berkah, 34 Anak Yatim di Tambaksumur Waru Terima Santunan Uang dan Sembako
Sabtu 14-03-2026,09:00 WIB
Istri yang Selalu Kurang: Uang yang Tak Pernah Cukup (1)
Sabtu 14-03-2026,17:55 WIB
Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, SPBU di Jalan Teuku Umar Jember Disegel
Sabtu 14-03-2026,08:00 WIB
Kisah Perwira Polri Temukan Kedamaian Islam: Dari Gerakan Tanpa Kata, Menuju Iman yang Nyata
Terkini
Sabtu 14-03-2026,23:02 WIB
Jelang Idulfitri, Bulog Jatim Salurkan 42 Ribu Ton Beras dan 9 Juta Liter Minyak Kita
Sabtu 14-03-2026,22:56 WIB
Wali Kota Surabaya Serahkan Santunan Lebaran untuk Anak Yatim hingga Ojol
Sabtu 14-03-2026,22:37 WIB
Penghujung Ramadan, Warga Aceh Tamiang Ramai Berburu Takjil dan Belanja Kebutuhan Lebaran
Sabtu 14-03-2026,22:23 WIB
Berkat Program MBG, Usaha Tempe di Sukoharjo Naik 100 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru
Sabtu 14-03-2026,22:14 WIB