SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Dua bangunan cagar budaya Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari ludes dibakar perusuh, pada Minggu 31 Agustus 2025 dinihari.
Aparat kepolisian langsung mengambil langkah tegas usai dua objek tersebut terbakar habis. Polisi terpaksa mengusir mereka dengan tembakan gas air mata.
BACA JUGA:Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolsek Bubutan Salurkan Bantuan Sosial
Mini Kidi--
Para perusuh yang panik itu semburat. Mereka lari tunggang-langgang ke segala arah. Kabur menghindari tangkapan petugas dan menghindari efek gas air mata.
Kapolsek Bubutan Kompol Vonny Farizki mengatakan, sekitar ratusan perusuh itu ada yang kabur ke wilayahnya. Mereka berupaya melakukan pengerusakan ke bangunan cagar budaya Mapolsek Tegalsari.
BACA JUGA:Waspada Curanmor, Kapolsek Bubutan Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
"Massa berkumpul berlari ke arah Polsek Bubutan. Sekitar 300 orang pada malam itu," katanya, Rabu, 3 September 2025.
Vonny sebelumnya telah mendapat informasi dari HT bila Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari itu dibakar perusuh.
Pihaknya langsung bersiaga untuk mengamankan markasnya dengan beberapa anggota yang bertugas di sana.
BACA JUGA:Kapolsek Bubutan Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa
Tak disangka, warga sekitar yang turut ketakutan itu kemudian berinisiatif bantu polisi melakukan pengamanan.
Mereka mempertahankan cagar budaya agar tak bernasib sama dengan kedua objek yang dibakar tersebut.
"Alhamdulillah, Polsek Bubutan pada malam itu berhasil bertahan meskipun dihujani oleh lemparan batu dan bom molotov," lanjutnya.