iklan bhayangkara
Pildun Banner

Buru Terduga Pembunuh ASN Bangkalan, Polisi Gandeng Keluarga dan Teman Datangi Tempat Persembunyian

Buru Terduga Pembunuh ASN Bangkalan, Polisi Gandeng Keluarga dan Teman Datangi Tempat Persembunyian

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Lebih dari sepekan, pelaku pembunuhan RYS (51), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bangkalan di dalam mobil dinas di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, masih belum ditangkap. Polisi mengakui proses pengejaran berlangsung sulit karena terduga pelaku terus berpindah-pindah lokasi.

Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Polresta Sidoarjo hingga kini masih memburu pria berinisial E yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum ditemukan tewas.

BACA JUGA:ASN Bangkalan Tewas, Pelaku Diduga Tinggal di Dampit Malang


Mini Kidi Wipes.--

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan, tim penyidik terus menyisir sejumlah lokasi dengan menggandeng keluarga maupun kerabat terduga pelaku.

"Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku," ujar Jumhur, Rabu 7 Juli 2026, siang.

BACA JUGA:Misteri Pembunuhan ASN Bangkalan Terkuak, Polisi Sebut Pelaku Kerap Lakukan Aksi Penipuan Modus Love Scamming

Jumhur menambahkan, pengejaran menjadi lebih rumit karena E diduga tidak menetap di satu wilayah. Polisi menemukan indikasi pelaku berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain sehingga memperluas area pencarian.

"Banyak titik (yang ditargetkan). Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga," katanya.

Sekadar diketahui, kasus ini bermula ketika RYS ditemukan tewas di dalam mobil dinas Toyota Innova bernomor polisi M 1090 GP yang terparkir di kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu 24 Juni 2026 lalu. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan.

BACA JUGA:Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Diduga Kabur ke Jawa Tengah

Hasil pemeriksaan forensik mengarah pada dugaan korban telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Tim dokter forensik juga menemukan tanda-tanda yang mengindikasikan korban meninggal akibat asfiksia atau mati lemas.

Sejumlah petunjuk kemudian menguatkan dugaan pembunuhan. Di dalam mobil ditemukan sepasang sandal hotel yang diduga berkaitan dengan terduga pelaku. Polisi juga mengantongi rekaman video yang memperlihatkan korban bersama seorang pria berkacamata di kawasan Alun-alun Kota Batu beberapa hari sebelum korban ditemukan tewas.

Petunjuk lain berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) Bandara Juanda. Rekaman tersebut memperlihatkan mobil dinas korban memasuki area parkir dengan dikemudikan seorang pria bermasker dan berkacamata yang ciri-cirinya disebut identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

Sumber: