Truk Jumbo Menjamur Parkir di Semut Baru, Dugaan Pungli Menguat

Truk Jumbo Menjamur Parkir di Semut Baru, Dugaan Pungli Menguat

Kemacetan di kawasan Semut Baru disebabkan oleh truk parkir di bahu jalan.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Keluhan mengenai kesemrawutan lalu lintas di kawasan Surabaya Utara kembali mencuat. Kali ini, warga dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Semut Baru, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, meradang. Penyebabnya, aktivitas parkir liar truk bertonase besar yang kian menjamur dan seolah tak tersentuh sanksi permanen.

Pantauan Memorandum di lapangan menunjukkan deretan truk besar dan panjang berjejer di bahu jalan. Padahal, di sepanjang jalur tersebut telah terpasang rambu larangan parkir dan berhenti dengan jelas.

BACA JUGA:Operasi Keselamatan Semeru, Satlantas Polres Jombang Garuk Truk Parkir Liar di Jalur Nasional


Mini Kidi--

Kondisi ini tidak hanya memicu kemacetan panjang di jalur yang menghubungkan Jalan Johar dan Tugu Pahlawan tersebut, tetapi juga menutup akses rumah warga serta ruko-ruko di sekitarnya.

Ketua RT 11 RW 10 Pengampon, Irwan Djunaedi, mengungkapkan bahwa aktivitas ini sudah sangat mengusik ketenangan warga. 

BACA JUGA:Jalan Minim Penerangan, Wanita Tewas Tabrak Truk Parkir dan Terpental di Driyorejo Gresik

"Di sebelah kiri ini rumah warga, termasuk rumah saya. Ada juga gang kecil. Kami merasa terhimpit karena truk-truk ini parkir dari sisi barat sampai meluap ke timur," tegasnya. 

Menurutnya, meski kawasan tersebut bersinggungan dengan aset badan usaha negara, faktanya Jalan Semut Baru adalah permukiman padat. 

"Ada dua ruko dan kawasan Semut Square di sini. Yang jadi persoalan utama adalah truk-truk itu parkir sembarangan dan mengganggu fungsi jalan," imbuhnya.

BACA JUGA:Pelajar Tewas Tabrak Bokong Truk Parkir di Jalur Pantura Situbondo

Senada dengan warga, pihak ruko Pengampon Square juga merasa dirugikan. Malik, Kepala Satpam Pengampon Square, mengklarifikasi bahwa truk-truk tersebut bukan bagian dari aktivitas ruko mereka.

"Saya luruskan, itu bukan kendaraan kami. Itu aktivitas liar dari luar. Kami bahkan kesulitan akses keluar-masuk karena kendaraan besar butuh haluan lebar, sementara depan ruko penuh parkir liar," ujar Malik.

Ia mengaku pihak ruko sudah berkirim surat ke Dishub Surabaya maupun kecamatan, namun penertiban yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan masalah ini terus berulang

Sumber: