GONG XI FA CAI 2026

Atap Bocor di Pasar Keputran Utara Tak Kunjung Usai, Pedagang Menjerit

Atap Bocor di Pasar Keputran Utara Tak Kunjung Usai, Pedagang Menjerit

Salah satu pedagang Pasar Keputran Utara menunjukkan atap yang bocor.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Musim penghujan yang mengguyur Kota Surabaya dalam beberapa pekan terakhir menjadi momok menakutkan bagi para pedagang di Pasar Keputran Utara.

Alih-alih membawa berkah, tetesan air dari langit justru mendatangkan nestapa akibat kondisi atap pasar yang bocor parah, terutama di area lantai dua.

BACA JUGA:Bangunan Lama Sudah Rata Tanah, Pemenang Lelang Pasar Keputran Selatan Diumumkan Maret


Mini Kidi--

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kebocoran tidak hanya terjadi di satu titik. Air hujan merembes dan mengucur deras dari langit-langit di berbagai sudut. Alhasil membuat lantai pasar menjadi licin dan lapak-lapak pedagang basah kuyup. Kondisi ini praktis membuat kenyamanan berbelanja hilang seketika.

Al Kodim, salah satu pedagang sayur, mengeluhkan betapa sulitnya menjaga barang dagangan tetap segar. Terlebih, lapaknya terdampak langsung oleh gempuran air hujan.

BACA JUGA:Proyek Pasar Keputran Selatan Amburadul, Masyarakat Desak Audit Total

“Kalau sudah hujan deras, kami sudah tidak bisa apa-apa lagi. Lapak basah semua, sayuran juga rawan rusak kalau kena air terus-menerus. Yang paling sedih itu, pembeli jadi malas naik ke atas karena becek dan bocor di mana-mana. Pasar jadi sepi sekali," keluh Al Kodim, Selasa, 17 Februari 2026.

Menurutnya, titik kebocoran yang tersebar di banyak lokasi membuat pedagang kewalahan untuk sekadar memasang terpal tambahan atau menadah air dengan ember.

Keluhan senada disampaikan oleh para pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di pasar tersebut. Mereka merasa hak mereka sebagai penyewa tidak terpenuhi meski kewajiban pembayaran tarif sewa selalu dijalankan tepat waktu.

BACA JUGA:Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Amburadul, Dirut PD Pasar Surya: PPK-nya Bukan Saya

Bambang, pedagang bumbu dapur yang sudah bertahun-tahun menempati pasar tersebut, menyayangkan minimnya respons dari pihak pengelola terkait kerusakan fisik bangunan.

Ia mengaku sudah berkali-kali melapor ke PD Pasar, namun ujungnya nihil tindakan. Bambang akhirnya membenahi secara pribadi atap yang bocor tersebut. Karena kalau tidak dibenahi, lapaknya bakal tergenang.

"Kita ini rutin bayar retribusi dan sewa, tapi mana timbal baliknya? Setahu saya, hampir tidak ada maintenance berkala yang serius. Bangunan dibiarkan menua dan rusak dimakan cuaca. Kami butuh tindakan nyata. Tapi sudah lapor bolak-balik tidak pernah mendapat tanggapan. Tidak ada pembenahan," tegas Bambang.

Sumber: