Swalayan Terbang di Kabin Lion Air, Cara Penumpang Usir Jenuh Menuju Makkah

Swalayan Terbang di Kabin Lion Air, Cara Penumpang Usir Jenuh Menuju Makkah

Pesawat Lion Air.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menempuh perjalanan udara selama 11 jam 50 menit menuju Makkah bukanlah perkara mudah. Ruang gerak yang terbatas di dalam kabin seringkali memicu rasa bosan dan otot yang kaku.

Bagi para jemaah, momen berjalan ke kamar kecil pun menjadi kemewahan tersendiri untuk sekadar meregangkan kaki.

​Namun, ada pemandangan menarik dalam penerbangan Lion Air dari Terminal Internasional Juanda kali ini. Selain layanan makan resmi dari maskapai, muncul fenomena yang layak disebut sebagai "Swalayan Terbang".

BACA JUGA:Kapolres Kediri Kota Hadiri Penerbangan Perdana Super Air Jet di Bandara Dhoho


Mini Kidi--

​Layanan Makan yang Terjadwal

​Dua jam pasca lepas landas, penumpang awalnya dimanjakan dengan menu makan siang berupa nasi kare ayam hangat, lengkap dengan pilihan minuman mulai dari jus buah hingga kopi.

​Enam jam berselang, saat pesawat membelah angkasa di ketinggian ribuan kaki, awak kabin kembali membagikan roti dan air mineral. Momen ini menjadi penyambung dahaga bagi para jemaah yang sempat terlelap.

​"Alhamdulillah, ada yang bisa masuk membasahi kerongkongan," ujar Rakhmat Hidayat, wartawan Memorandum bersama BAKKAH Travel yang turut dalam penerbangan tersebut.

BACA JUGA:Penerbangan Jember-Halim Dievaluasi Total, Bukan Berhenti: Tingkat Keterisian Capai 83,3 Persen

​Sensasi Mie Instan di Angkasa

​Puncak keramaian terjadi saat kru pesawat menawarkan menu tambahan berupa makanan instan. Inilah yang kemudian dijuluki sebagai "swalayan berjalan".

Menu-menu seperti mie goreng, mie soto, hingga mie kare menjadi primadona di tengah suhu kabin yang mulai terasa dingin dan membosankan.

​Meski dibanderol dengan harga "udara" yakni Rp 25.000 untuk segelas mie instan dan Rp 10.000 untuk camilan kacang atom antusiasme penumpang tidak surut.

Sumber:

Berita Terkait