Laili Nikmati Perlindungan Kesehatan Lewat JKN
Laili--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Laili Nur Abidah (23) bersyukur dirinya telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Wanita asli Kecamatan Bubulan, Kecamatan Bojonegoro ini terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah (PBPU Pemda) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Laili pun telah berobat memanfaatkan layanannya lebih dari sekali. Biaya pengobatan juga sepenuhnya dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan.
“Saya merasa lega karena saat berobat ke faskes, baik pertama maupun lanjutan terasa mudah. Layanan JKN sangat membantu dan tidak lagi membuat khawatir. Setiap bulan, iurannya pun sudah dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro. Saya sangat berterima kasih menjadi warganya,” ujarnya dengan senyum mengembang.
BACA JUGA:Mengerti Alur dan Rasakan Manfaatnya, Cerita Zumrotul sebagai Peserta JKN

Mini Kidi--
Awalnya, Laili sempat bingung karena belum terdaftar menjadi peserta JKN. Selanjutnya, ia pun berupaya agar dapat dijamin biaya pelayanan kesehatannya oleh BPJS Kesehatan.
“Dulu saya selalu takut kalau tiba-tiba sakit dan harus berobat. Biaya yang dibutuhkan pasti banyak. Terbukti, saat ini saya sedang sakit kista. Berbekal layanan JKN, saya segera berobat ke faskes. Saya tidak lagi pusing dan khawatir lagi. Saya tidak mengeluarkan biaya seperser pun. Tidak kalah tenangnya karena melalui PBPU Pemda, kepesertaan saya selalu aktif,” katanya.
BACA JUGA:Hampir Seluruh Warga Terlindungi JKN, Surabaya Raih UHC Awards 2026
Selama menjalani perawatan, Laili mengaku tidak mengeluarkan biaya seperser pun. Ia merasa benar-benar diselamatkan. Menurutnya, terkadang orang kecil itu bukan berarti tidak mau membayar iuran. Ada hari di mana pendapatan cukup untuk makan saja.
"Terima kasih Pemkab Bojonegoro sudah hadir sebagai jembatan pelayanan kesehatan. Sehingga, kami yang belum mampu membayar ini tidak lagi bingung. Masyarakat tidak lagi menunda berobat. Mereka bisa mengakses layanan kesehatan dengan cepat dan layak,” tambahnya.
BACA JUGA:Sabet Penghargaan UHC Madya, 99 Persen Warga Kabupaten Pasuruan Tercover JKN
Menurut Laili, Program JKN tak hanya memberi manfaat bagi mereka yang sedang sakit. Hal ini menjadi simbol kehadiran negara yang benar-benar dirasakan tingkat paling bawah.
“Hidup kami terasa lebih ringan. Bagi kami keluarga rentan secara ekonomi, tentu ini sangat membantu. Tentunya, komitmen pemerintah daerah bagian dari upaya memastikan pemerataan kesehatan. Kami pun saat sakit sudah tidak cemas lagi biayanya. Kesehatan itu kebutuhan dasar. Alur layanan yang mudah pun saya rasakan. Tidak perlu antre lama juga karena manfaat aplikasi Mobile JKN. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan dan Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya. (top)
Sumber:
