Belasan Korban Penipuan Paket Nikah Murah Lapor Polrestabes Surabaya

Belasan Korban Penipuan Paket Nikah Murah Lapor Polrestabes Surabaya

Reyka Rusmala Dewi, salah satu korban dari Asrina telah membuat laporan polisi. --

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Sebanyak 12 orang melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya, karena merasa tertipu dengan paket pernikahan murah, yang diduga dilakukan Asrina, pemilik make up artist (MUA), Sabtu 2 Agustus 2025.

Reyka Rusmala, salah satu dari belasan korban mengatakan, dugaan penipuan ini muncul ketika Asrina sulit dihubungi oleh para korban yang sudah membayar lunas, untuk rencana pernikahan mereka.


Mini Kidi--

"Setelah saya DP pertama itu dia yang enggak mencurigakan sih. Soalnya masih posting story-story gitu. Lah setelah saya pelunasan ini dia sudah mulai agak slow," katanya.

Berdasar penelusuran Reyka dengan beberapa korban lain, Asrina bukanlah wedding organizer (WO). Dia seorang MUA tapi nekat menawarkan paket-paket pernikahan murah.

BACA JUGA:Modus Penipuan Kian Beragam, Kapolrestabes Surabaya Minta Masyarakat Waspada

Para korban ditawari paket penata rias lengkap dengan baju pernikahan, fotografer, dekorasi, dan sound sistem. Biayanya pun beragam tergantung paket apa saja yang dikehendaki korbannya.

"Saya sendiri mengambil paket penata rias, fotografer dan dekorasi. Itu total uang yang masuk ke dia sudah Rp 9,2 juta," lanjutnya.

Awalnya, Reyka tak curiga pada Asrina, sebab Asrina cukup aktif posting seputar pernikahan di media sosial, tetapi, mendekati hari pernikahan, terduga pelaku sulit dia hubungi.

BACA JUGA:Kasus Penipuan UMKM Sememi dan Kandangan: Eks Pegawai Dishub Jadi Tersangka Baru

Menjelang hari pernikahannya, Reyka terus menanyakan kabar paket pernikahan kepada Asrina, tiba-tiba, H-2 sebelum pernikahan, Asrina bilang ada kendala.

"Saya tanyakan gimana ini, acaranya sudah dekat, Terus dia (bilang) nanti mengabari seminggu sebelum acara, seminggu sebelum acara kok gak ada kabar juga. Ternyata di dua hari sebelum acara itu baru dia mengabari kalau ternyata ada kendala," jelasnya.

Setelah bilang ada kendala, Asrina pun langsung menghilang entah kemana, dan korban sudah mencoba menghubungi Asrina, tetapi tak kunjung ada jawaban.

BACA JUGA:Ketua PAC PDI-P Surabaya Kuras Dompet Pensiunan ASN Rp 100 Juta, Begini Modus Penipuannya

"Setelah dia bilang ada kendala itu, dia langsung menghilang gitu. Itu saya enggak tahu (kemana)," jelasnya.

Selain korban yang akan menikah, Asrina juga diduga melakukan penipuan terhadap para vendor yang bekerjasama dengannya, salah satunya seperti yang dialami Wahyu, salah satu vendor fotografi.

Wahyu mengatakan, sudah sembilan kali project yang bekerjasama dengan Asrina belum terbayarkan. nilanya, jika ditotal mencapai Rp27-28 juta.

BACA JUGA:Polsek Karangpilang Giat Safari di Masjid Jabal Nur, Imbau Waspadai Curanmor dan Penipuan Online

"Kita ada 9 job yang belum terbayarkan dari bulan Juni, nilainya sampai puluhan juta," paparnya.

Saat itu, Asrina beralasan belum membayar karena banyak uang yang masih nyangkut di kliennya. Sehingga, Asrina belum bisa membayar ke vendor-vendor yang bekerjasama dengan dirinya.

"Alasannya itu karena katanya kliennya belum membayar ke dia, makanya dia belum membayar ke kita, tapi ternyata klien sudah bayar lunas," paparnya.

BACA JUGA:Pelaku Penipuan Belasan UMKM Sememi dan Kandangan Diringkus Polisi di Jombang

Kini, kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan nomor LP/B/811/VIII/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Sementara Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban penipuan paket pernikahan murah.

"Iya ada laporan dari korban penipuan paket pernikahan murah," pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait