Nipah Mengintai Surabaya, Pemkot Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan
Sekda Kota Surabaya Lilik Arijanto menyampaikan kewaspadaan virus Nipah kepada masyarakat.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkot Surabaya menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan virus Nipah sebagai langkah antisipasi potensi penularan menyusul instruksi Kementerian Kesehatan, Selasa 10 Februari 2026.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menyatakan secara geografis Indonesia berdekatan dengan negara-negara yang telah melaporkan kasus virus Nipah, sementara mobilitas penduduk yang tinggi membuka celah masuknya penyakit tersebut.

Mini Kidi--
Menurutnya, ancaman virus Nipah tidak hanya berasal dari luar negeri karena hasil penelitian menunjukkan virus tersebut pernah ditemukan secara alami pada kelelawar buah di Indonesia.
“Virusnya ada secara alami pada kelelawar buah. Ini potensi sumber penularan jika tidak diantisipasi. Jangan sampai ada kontak yang memicu penularan ke manusia,” ujar Lilik.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Catat 5.012 Peserta Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026
Lilik menambahkan tantangan terbesar di lapangan adalah deteksi dini karena gejala awal virus Nipah sangat umum, seperti demam, pusing, nyeri otot, batuk, dan pilek, sehingga kerap disalahartikan sebagai flu biasa.
Jika fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak jeli membedakan gejala awal tersebut, keterlambatan penanganan berisiko meningkatkan tingkat keparahan hingga penurunan kesadaran.
Selain itu, warga yang memiliki riwayat kontak dengan hewan atau baru bepergian dari negara terjangkit seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina diminta jujur saat memeriksakan diri.
BACA JUGA: Pemkot Surabaya Bedah 3.242 Rutilahu, Tahun 2026 Perketat Syarat Penerima
“Jangan anggap remeh. Gejala awal memang mirip flu. Deteksi dini menjadi kunci mencegah penularan meluas,” tegasnya.
Dalam surat edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga melarang konsumsi nira atau air aren mentah karena berpotensi terkontaminasi air liur atau urine kelelawar.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Lanjutkan Overlay Jalan Kurangi Genangan Saat Musim Hujan
Masyarakat diminta tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan hewan dan camat serta lurah diinstruksikan aktif menggerakkan RT dan RW untuk memantau habitat kelelawar di permukiman.
“Jika ada kejadian atau informasi yang mengarah ke Nipah, laporkan secara berjenjang agar tim kesehatan dapat segera melakukan pelacakan epidemiologi,” pungkas Lilik. (alf)
Sumber:




