Atasi Hama Tikus, Petani di Ngawi Gropyokan dan Pasang Rumah Burung Hantu
Warga Dusun Bangon, Desa Karangjati kerja bakti gropyok tikus. -Aris Purniawan/Andhika Abdillah-
NGAWI, MEMORANDUM.CO.ID - Mulai musim tanam, kelompok petani di Dusun Bangon, Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, memaksakan gropyokan tikus dan pemasangan rumah burung hantu. Hal ini sebagai upaya pengendalian hama tikus yang aman dan efektif.
BACA JUGA:Bupati Ony Minta Desa Anggarkan Pengendalian Tikus
Ketua gabungan kelompok tani Desa Karangjati, Sojo mengatakan, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang berkelanjutan pemahaman pentingnya bagaimana menjaga keseimbangan alam. Sebab, pemberantasan hama tikus ini tidak cukup diberantas tetapi perlu keseimbangan alam agar tidak meraja lela.
"Gropyokan tikus ini menjadi tradisi yang rutin dilakukan setiap kali musim tanam padi tiba, terutama karena populasi tikus yang terus meningkat seiring dengan musim hujan," katanya.
BACA JUGA:Bupati Ngawi Tegaskan Tak Perlu Perda Larangan Jebakan Tikus Listrik
Sojo menyampaikan, selain dengan cara gropyok tikus tentunya keberadaan rumah burung hantu sangat efektif.
"Setidaknya sudah ada enam rumah burung hantu yang kita pasang di area persawahan di Desa Karangjati ini dengan luas tanam sekitar 49 hektare," ujarnya.
BACA JUGA:Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Petani Ngawi Tewas di Sawah
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil tanaman padi lebih maksimal tanpa harus ada korban jiwa. Dan mengimbau para petani tidak memasang jebakan tikus aliran listrik karena sangat membahayakan bagi orang lain. (aris/dika)
Sumber:
