Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Perangkat Vital Digondol Maling, Traffic Light Jalan Pegirian Padam Total dan Picu Kemacetan

Perangkat Vital Digondol Maling, Traffic Light Jalan Pegirian Padam Total dan Picu Kemacetan

Perangkat elektronik traffic light di Jalan Pegirian yang rusak akibat dicuri. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Arus lalu lintas di kawasan Jalan Pegirian, Semampir, sempat mengalami kendala dan tersendat pada Minggu 10 Mei 2026 pagi. 

Padamnya lampu pengatur lalu lintas atau traffic light di wilayah tersebut ternyata bukan disebabkan oleh gangguan teknis semata, melainkan akibat aksi pencurian perangkat oleh orang tak dikenal.

BACA JUGA:Usai Disemprot Bupati, Dishub Tulungagung Kebut Pemasangan Traffic Light di Jalan Teuku Umar


Mini Kidi Wipes.--

Peristiwa ini mulai terdeteksi sekitar pukul 05.30 WIB saat lampu lalu lintas dari berbagai arah terpantau padam total. 

Berdasarkan hasil patroli rutin yang dilakukan oleh personel SITS Dishub Bratang, ditemukan fakta bahwa sejumlah komponen penting di dalam box control telah raib.

BACA JUGA:Dua Traffic Light Segera Dipasang di JLU Lamongan untuk Tingkatkan Keselamatan

Beberapa perangkat yang hilang meliputi fitur hitungan mundur atau lets count (LC) serta perangkat signaling devices. Ironisnya, kejadian padamnya lampu di kawasan ini diketahui sudah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya segera berkoordinasi dengan Polsek Semampir

Kapolsek Semampir, Kompol Herry Iswanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait perusakan dan pencurian fasilitas publik tersebut.

BACA JUGA:Pemotor Tewas di Depan Waduk Unesa, Tabrak Traffic Box Lalu Terlindas Mobil

"Kerusakan traffic light baru tadi pagi sudah dilaporkan ke pihak Polsek Semampir. Sekarang personel sedang melakukan pemeriksaan di lokasi dan melakukan proses lidik (penyelidikan)," ujar Kompol Herry Iswanto.

Dari hasil olah TKP awal, polisi memastikan bahwa matinya lampu lalu lintas tersebut merupakan murni tindakan kriminal, bukan karena faktor alam ataupun keusangan alat.

"Memang itu sengaja dirusak. Pelakunya masih dalam proses lidik. Kami terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan," tegasnya.

Sumber:

Berita Terkait