Beraksi 3 Tahun, Polisi Gadungan Pemalak Warung di Duduksampeyan Diringkus
Tersangka Jainuri diamankan Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan. --
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polisi membekuk seorang pria yang memalak pedagang warung kopi dengan menyamar sebagai polisi di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. Tersangka bernama Jainuri (42), warga Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan.
Kapolsek Duduksampeyan AKP Bakri mengatakan, tersangka ditangkap petugas setelah menerima laporan dari salah satu pedagang warkop.
BACA JUGA: Kapolres Gresik Hadiri Groundbreaking Pabrik Nitrat untuk Ketahanan Pangan Nasional

Mini Kidi Wipes.--
“Tersangka diduga meminta uang pedagang dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta sejumlah uang dengan dalih uang keamanan,” kata AKP Bakri, Minggu 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, terungkapnya aksi Jainuri itu bermula saat ia mendatangi warung milik K (45) di kawasan Jalan Raya Tumapel. Tersangka mengaku sebagai anggota Polsek Panceng dan meminta uang keamanan sebesar Rp250 ribu.
BACA JUGA:Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas, Kapolres Gresik Lantik Pengurus APSI
“Setelah diinterogasi, yang bersangkutan bukan anggota Polri alias polisi gadungan,” ujarnya.
Rupanya, tindakan meresahkan Jainuri itu telah berlangsung selama 3 tahun terakhir. Pemerasan berkedok uang keamanan itu telah dijalankannya sejak awal tahun 2023. Korban K yang terlanjur percaya bahkan mengaku rutin menyetorkan uang ke tersangka.
Selama 3 tahun, korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp2 juta. Nominal uang yang disetor ke tersangka pun bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap kali mendatangi warung.
BACA JUGA:Dukung Program Presiden, Kapolres Gresik Tinjau SPPG dan MBG di SLB Kemala Bhayangkari 2
Bakri menjelaskan, bahwa pihaknya kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Sebab, tersangka diketahui tak hanya menyasar satu korban. Tapi juga mendatangi sejumlah warung di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan.

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
“Saat ini masih pendalaman guna mengetahui kemungkinan adanya korban lain,” tuturnya.
Sumber:









