Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Penumpang Perahu Jatuh ke Sungai saat Menyeberang di Wringinanom Gresik, Satu Motor Tenggelam

Penumpang Perahu Jatuh ke Sungai saat Menyeberang di Wringinanom Gresik, Satu Motor Tenggelam

Petugas Damkar Gresik saat mendatangi lokasi motor yang tercebur sungai Kali Mas. --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik kembali mendapat misi yang tak biasa, Kamis 7 Mei 2026. Mereka diminta mengevakuasi motor warga yang masuk ke dalam sungai Kali Mas

Peristiwa tersebut terjadi di tambangan Desa/Kecamatan Wringinanom, saat pemilik motor berangkat kerja menaiki perahu untuk menyeberang ke wilayah Balongbendo, Sidoarjo. 

BACA JUGA:ABK Terakhir Korban Perahu Karam di Perairan Gresik Ditemukan Meninggal Dunia


Mini Kidi Wipes.--

“Saat di atas perahu, motor tidak dimatikan. Korban mengambil rokok yang terjatuh dan tanpa sadar menarik tuas gas sehingga motor bersama korban tercebur ke dalam sungai,” kata Kepala DPKP Gresik, Suyono.

Beruntung, warga Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom itu berhasil berenang ke arah tepi dengan dibantu oleh pengemudi perahu. Namun, motor Honda Supra X 125 milik korban yang tercebur ke sungai gagal terselamatkan. 

BACA JUGA:Korban Tewas Perahu Besi Tua Karam di Gresik Bertambah Jadi 2, 1 ABK Ditemukan Mengapung

“Ternyata kejadiannya sudah Senin 4 Mei kemarin. Tetapi baru dilaporkan ke Damkar Pos Driyorejo oleh Bu Kades Sembung, Deny Erikawati pada hari Kamis,” ujarnya. 

Menurut pengemudi perahu, Kriswanto, dirinya sudah berusaha menyisir di sekitar lokasi jatuhnya sepeda motor korban. Namun kondisi sungai yang cukup dalam rupanya mempersulit pencarian. 

“Sudah disisir sekitar lokasi 5-10 meter menggunakan perahu dan galah. Bahkan ada warga lokal yang menyelam, tetapi nihil, motor tidak ketemu,” ungkapnya. 


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Sementara itu, petugas Damkar Pos Driyorejo dan BPBD Gresik yang melakukan pencarian di hari Kamis, juga mengalami kesulitan. Apalagi, rentang waktu antara kejadian dan laporan yang sudah terlalu lama. 

Dengan pertimbangan keamanan, petugas pun meminta korban untuk membicarakan persoalan tersebut bersama pihak tambangan untuk mencari solusi alternatif. 

“Arus bawah sungai cukup deras, dan kedalaman tidak bisa diprediksi dengan perkiraan lebih dari 4 meter. Akhirnya kami koordinasikan agar penanganan diurus korban bersama pihak tambangan,” tandasnya.(rez)

Sumber: