Perjalanan Sunyi Andik Mencari Kebenaran Iman, Gagal Jadi Pastor Malah Temukan Islam
Andik Andrianto (kiri) bersama pengurus dan pembina Yayasan Rumah Singgah Mualaf.-Wendy Setiawan-
BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh
Bagi Andik, keteraturan ajaran Islam menjadi daya tarik utama. Ia menemukan harmoni antara iman dan logika, seperti larangan minuman keras yang tidak hanya bernilai spiritual tetapi juga masuk akal secara medis. Keyakinannya kini telah mengakar kuat.
"Islam itu ada labelitas dari Allah, bahwasanya Islam ini agama yang benar dan agama yang diridai. Itu ada di Alquraan surat Al Maidah ayat ketiga. Itu yang paling membuat saya yakin sampai sekarang bahwa ini jalan yang paling benar," pungkasnya.
BACA JUGA:Transformasi Keyakinan Berliana Murphi, Dari Keraguan Menuju Kemantapan Berislam
Perjalanan Andik membuktikan bahwa hidayah sering kali datang melalui proses intelektual yang konsisten. Dari seorang remaja yang gamang, kini ia tumbuh menjadi pribadi yang teguh. Sebuah cerita tentang pencarian yang bermula dari tumpukan lembaran buku dan berakhir pada kedamaian sekeluarga. (end/nov)
Sumber:




